Ilustrasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung, Banten yang diambil dari atas udara (aerial view). Foto: dok ANTARA/Pengelola KEK Tanjung Lesung)
Tanjung Lesung Siapkan Fasilitas Skydiving, Ditargetkan Beroperasi Desember 2026
Angel Rinella • 5 October 2026 17:29
Jakarta: Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung, Banten, menyiapkan fasilitas olahraga dirgantara untuk mendukung kegiatan terjun payung, penerbangan olahraga, dan wisata penerbangan. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Desember 2026.
Pengembangan fasilitas dilakukan melalui kerja sama PT Banten West Java (BWJ) sebagai pengelola dan pengembang KEK Pariwisata Tanjung Lesung dengan PT Bro Skydive Indonesia. Pembangunan akan memanfaatkan Bandara Salakanagara Tanjung Lesung yang telah memiliki airstrip untuk mendukung kegiatan olahraga kedirgantaraan, termasuk skydiving.
Direktur Operasional PT BWJ sekaligus Kepala Bandara Salakanagara Tanjung Lesung Kunto Wijoyo mengatakan sejumlah infrastruktur perlu disiapkan untuk menunjang kegiatan tersebut. Pekerjaan mencakup pembangunan area pendaratan, perluasan fasilitas parkir pesawat, hingga perpanjangan landasan pacu.
“Pekerjaan utama ialah membuat landing zone sembilan hektare, kemudian perpanjangan tempat parkir pesawat (apron), landasan yang menghubungkan antara runway dengan fasilitas Bandara (taxiway) di mana landasan pacu akan diperpanjang 200 meter agar lebih aman pendaratannya," kata Kunto dalam keterangan resmi di Jakarta, dikutip Antara, Senin 5 Oktober 2026.
Kerja sama tersebut membagi tanggung jawab antara kedua pihak dalam pengembangan fasilitas. PT BWJ menyediakan lokasi dan lahan sekitar sembilan hektare, sedangkan PT Bro Skydive Indonesia menangani konstruksi, pengembangan infrastruktur, serta penyediaan fasilitas.
Menurut Kunto, Bandara Salakanagara menjadi salah satu fasilitas yang mendukung pengembangan olahraga dirgantara di Tanjung Lesung. Bandara tersebut telah memiliki airstrip yang dapat mengakomodasi kegiatan penerbangan olahraga, termasuk skydiving.
Direktur Utama PT Bro Skydive Indonesia Fanny Kusuma Dewi mengatakan pembangunan akan dimulai setelah penandatanganan kerja sama. Pihaknya menargetkan fasilitas tersebut sudah dapat digunakan pada minggu kedua Desember 2026.
“Desember kami harap sudah siap, sudah beroperasi. Sebelum libur akhir tahun kita akan coba buka,” kata Fanny.
Fasilitas dropzone yang dikembangkan di Tanjung Lesung nantinya akan didukung Bandara Salakanagara yang memiliki hanggar. Selain itu, kawasan tersebut juga menyediakan fasilitas pendukung serta berbagai aktivitas wisata olahraga laut dan darat.
Direktur Utama PT BWJ Poernomo Siswoprasetijo berharap kerja sama pengembangan fasilitas tersebut dapat segera direalisasikan. Ia menilai kolaborasi tersebut dapat menjadi langkah untuk mewujudkan rencana pengembangan skydiving di Tanjung Lesung.
“Semoga kerja sama hari ini bisa menjadi langkah ke depan yang baik. Sehingga semua yang telah direncanakan untuk pengembangan skydiving di Tanjung Lesung bisa cepat terwujud,” kata Poernomo.
Poernomo mengatakan wisata olahraga yang didukung akomodasi, aktivitas wisata, dan Bandara Salakanagara diharapkan dapat menarik perhatian generasi muda. Terjun payung atau olahraga dirgantara menjadi salah satu kegiatan yang diharapkan semakin dikenal melalui pengembangan tersebut.
Sementara itu, akses menuju Tanjung Lesung juga akan didukung pembangunan Tol Serang-Panimbang Seksi 3A (Cileles-Bojong). Ruas tol tersebut ditargetkan selesai pada November 2026.
Tol Serang-Panimbang secara keseluruhan diproyeksikan rampung pada kuartal II 2027. Kehadiran akses tol tersebut diharapkan turut mempermudah perjalanan masyarakat menuju kawasan Tanjung Lesung.