Gunung Marapi Erupsi, Hujan Abu Vulkanik Guyur Agam

Gunung Marapi di Sumatera Barat saat mengalami erupsi. Gunung aktif berlevel Waspada itu kembali mengalami erupsi pada Sabtu (7/11) pagi dengan sebaran abu vulkanik terpantau di Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam. (ANTARA/Al Fatah)

Gunung Marapi Erupsi, Hujan Abu Vulkanik Guyur Agam

Lukman Diah Sari • 7 November 2026 14:38

Bukittinggi: Gunung Marapi di Sumatra Barat erupsi pada Sabtu, 7 November 2026, pukul 09.55 WIB. Erupsi ini mengakibatkan hujan abu vulkanik yang cukup pekat di wilayah Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam.

Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Sariak, Ismail Damar, menyebutkan material abu tak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga menutupi sebagian besar lahan pertanian dan perkebunan warga di lereng gunung.

"Hujan abu vulkanik kami rasakan di Nagari Sariak, Sungai Pua. Sangat mengganggu penglihatan dan membuat napas sesak," kata Ismail mengutip Antara di Bukittinggi, Sabtu, 7 November 2026, melansir Antara.

Gunung Marapi di Sumatera Barat saat mengalami erupsi. Gunung aktif berlevel Waspada itu kembali mengalami erupsi pada Sabtu (7/11) pagi dengan sebaran abu vulkanik terpantau di Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam. (ANTARA/Al Fatah)

Wali Jorong (kepala dusun) setempat, Ismail, menambahkan bahwa warga terpaksa menghentikan aktivitas di luar ruangan akibat paparan abu vulkanik tersebut.

"Saya saat ini sedang di kebun, untuk sementara berlindung saja di dalam pondok. Hujan abu mengganggu aktivitas," ucap dia.

Sementara itu, Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA), Ahmad Rifandi, menyampaikan erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 15,6 milimeter (mm) dan durasi sekitar 48 detik. Meski demikian, tinggi kolom abu urung teramati dari pos pengamatan.

"Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Marapi masih berada pada Level II (Waspada)," ujar Rifandi.

Menyikapi hal tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melarang keras masyarakat, pendaki, maupun wisatawan untuk memasuki radius 3 kilometer dari pusat erupsi (Kawah Verbeek). Masyarakat di sekitar lembah dan bantaran sungai yang berhulu di puncak Marapi juga diminta mewaspadai ancaman lahar, terutama jika kawasan puncak diguyur hujan.

"Jika terjadi hujan abu vulkanik, warga diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna mencegah bahaya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)," tuturnya.

Ia juga meminta seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang, tidak menyebarkan berita bohong (hoaks), dan tidak mudah terprovokasi. Masyarakat diimbau selalu mengacu pada arahan resmi dari pemerintah daerah terdampak, yakni Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam.

(Lukman Diah Sari)