Libur Akhir Tahun, Asuransi Perjalanan Diprediksi Meningkat

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Libur Akhir Tahun, Asuransi Perjalanan Diprediksi Meningkat

Eko Nordiansyah • 4 November 2026 10:56

Jakarta: PT Zurich Asuransi Indonesia mencatat pertumbuhan bisnis sebesar 10 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) per September 2026. Momentum libur akhir tahun berpotensi turut mendorong kinerja perusahaan, khususnya pada lini asuransi perjalanan.

Country Manager Zurich Indonesia sekaligus Direktur Utama PT Zurich Asuransi Indonesia, Edhi Tjahja Negara, mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap asuransi perjalanan masih terbuka di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan. Menurut dia, masyarakat tetap membutuhkan waktu untuk berlibur meskipun harus menyesuaikan tujuan dan anggaran perjalanan.

"Prospek Indonesia tetap karena populasi kelas menengah. Keadaan ekonomi memang sulit, tapi kita tetap perlu healing tipis-tipis. Ya pergi, enggak perlu jauh-jauh, tapi mungkin ada travel insurance," kata Edhi saat ditemui Metrotvnews.com, Selasa, 3 November 2026.

Untuk menangkap peluang tersebut, Edhi mengatakan Zurich terus menghadirkan inovasi pada produk asuransi perjalanan. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memberikan pengalaman yang lebih baik bagi nasabah.

Salah satunya melalui fitur flight delay. Melalui fitur tersebut, nasabah yang mengalami keterlambatan penerbangan secara otomatis akan memperoleh voucher yang dapat digunakan untuk mengakses fasilitas lounge di sejumlah bandara tertentu.

"Intinya, kita selalu meningkatkan layanan untuk customer kita," ujar dia.


(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Asuransi perjalanan beri perlindungan risiko tak terduga

Edhi menambahkan, asuransi perjalanan juga berperan dalam memberikan perlindungan terhadap risiko yang tidak terduga selama perjalanan. Dia mencontohkan peristiwa erupsi gunung berapi yang menyebabkan gangguan penerbangan akibat abu vulkanik.

Dalam kondisi tersebut, sejumlah penumpang yang telah membeli asuransi perjalanan Zurich tetap mendapatkan perlindungan atas risiko perjalanan yang dialami.

Dia menilai kejadian tersebut menunjukkan pentingnya asuransi perjalanan untuk mengantisipasi berbagai risiko yang tidak dapat diprediksi sebelumnya.

Di sisi lain, Zurich juga mencatat pertumbuhan pada lini asuransi kendaraan bermotor. Hingga kuartal III-2026, lini bisnis tersebut tumbuh sekitar tiga persen secara tahunan.

Edhi mengakui, pertumbuhan asuransi kendaraan bermotor masih menghadapi tantangan karena penjualan kendaraan roda empat dalam dua tahun terakhir cenderung stagnan. Meski demikian, Zurich tetap mencatatkan pertumbuhan melalui program pembaruan polis atau renewal kepada nasabah.

Dari sisi portofolio, kendaraan konvensional masih mendominasi bisnis asuransi kendaraan Zurich. Namun, pangsa kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) juga mulai menunjukkan pertumbuhan. (Selsha Septifanie Gunawan)

(Eko Nordiansyah)