Farhan Minta Polisi Usut Tuntas Penyerangan Bus Rombongan Persib U18

Farhan berdialog dengan orangtua pemain Elite EPA Persib. (Dokumentasi/ Diskominfo Bandung)

Farhan Minta Polisi Usut Tuntas Penyerangan Bus Rombongan Persib U18

Roni Kurniawan • 12 October 2026 18:42

Bandung: Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengutuk keras aksi kekerasan yang dilakukan oknum suporter klub lain terhadap pemain dan ofisial Akademi Persib di Rest Area KM 360 Tol Batang, Jawa Tengah, Minggu, 11 Oktober 2026. Ia meminta polisi mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk dugaan perusakan barang milik rombongan.

"Kami dari Pemerintah Kota Bandung menyatakan sangat prihatin dan mengutuk keras tindakan teror tersebut karena teror kekerasan bukanlah bagian dari olahraga," kata Farhan di Bandung. 

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Askot PSSI Kota Bandung akan memberikan pendampingan psikologis kepada pemain, ofisial, dan orang tua pemain yang terdampak insiden tersebut. Pendampingan juga diperlukan bagi keluarga ofisial yang mengalami kekhawatiran setelah kejadian.


Pihaknya juga akan berdiskusi dengan manajemen Persib untuk memperkuat pengamanan tim junior dan akademi saat bepergian ke luar kota. Salah satu opsi yang dipertimbangkan ialah menugaskan masing-masing satu personel Satpol PP dan Dinas Perhubungan untuk membantu menjaga keamanan rombongan serta menjadi pengemudi cadangan bus.

"Secara teknis kami akan membuka diskusi dengan manajemen dari Persib agar melakukan pendampingan secara lebih serius setiap kali tim junior atau tim akademi ini keluar kota. Saya berpikir akan menugaskan satu orang dari Satpol PP dan satu orang Dishub yang tujuannya adalah memastikan perimeter keamanan dan juga menjadi driver cadangan untuk bus rombongan," beber Farhan.

Farhan memastikan tidak ada pemain yang mengalami luka fisik. Namun, rombongan sempat mendapat provokasi ketika sejumlah orang diduga masuk ke dalam bus. Seorang pemain bahkan dilaporkan sempat ditarik bajunya, sedangkan Media Officer Persib, Pandu Persada, menjadi korban kekerasan.

"Terus Kang Pandu ini yang menjadi korban kekerasan, sempat di apa dibuka bajunya dipaksa kemudian dipukulin," ucap Farhan.


Penyerangan bus rombongan Persib U18 di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah. Tangkapan layar video di media sosial.


Sementara itu Pandu yang merupakan korban kekerasan mengatakan, rombongan awalnya tidak berinteraksi dengan kelompok yang diduga sebagai suporter klub lain. Situasi berubah ketika mereka kembali ke bus dan mendapati sejumlah orang mengepung rombongan. 

"Dalam hitungan enggak sampai satu menit, sudah kembali lagi ke bus, sudah dikerubungin," ujar Pandu. 

Pandu mengaku diminta melepas baju atau jaket sebelum terjatuh dan akhirnya mendapat kesempatan menyelamatkan diri dengan berlari menuju tempat tambal ban. Petugas di lokasi tersebut membantunya hingga aman.

Pandu menegaskan, tindakan yang dialaminya bukan bagian dari rivalitas sepak bola, melainkan dugaan tindak kriminal yang harus diproses secara hukum. Ia berharap polisi segera mengungkap seluruh pelaku. 

"Jadi ya ini, lumayan lagi ini bukan sepak bola. Ini bukan hal yang apa ya, dibenarkan. Ini pure kriminalitas," ungkap Pandu.

(Silvana Febiari)