Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani bersama rombongan meninjau lokasi kebakaran di Dusun Serdang, Minggu, 11 Oktober 2026. ANTARA/Rusdiyanto
2.400 Warga Terdampak Kebakaran di Bangka Selatan
Silvana Febiari • 11 October 2026 14:44
Bangka Selatan: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melaporkan jumlah rumah warga terdampak kebakaran Dusun Serdang, Bangka Selatan, mencapai 600 unit, dengan 600 Kepala Keluarga (KK) atau 2.400 jiwa. Namun, data tersebut belum final.
"Hari ini kami sudah melihat langsung kondisi rumah dan warga korban kebakaran di Dusun Serdang dan ini tengah kita inventarisasi," kata Gubernur Kepulauan Babel Hidayat Arsani, dilansir dari Antara, Minggu, 11 Oktober 2026.
Melalui proses inventarisasi, pemerintah akan mendata jumlah rumah yang terdampak, korban kebakaran, serta total kerugian yang ditimbulkan. Hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan bagi warga terdampak.
Baca Juga :
Kebakaran di Bangka Selatan Hanguskan 500 Rumah
"Kami berharap pemerintah provinsi dan kabupaten untuk bergabung menyelesaikan masalah ini, terutama untuk menyelamatkan warga korban kebakaran ini," ungkap Hidayat.
Ia menyebut kebakaran di Dusun Serdang, Desa Jelutung 2, sebagai musibah terbesar di Indonesia. Sebab, kebakaran tersebut menghanguskan ratusan rumah warga.
"Kebakaran Dusun Serdang ini merupakan musibah terbesar di Indonesia," sebutnya.

Ratusan rumah warga Dusun Serdang Kabupaten Bangka Selatan terbakar pada Sabtu malam, 10 Oktober 2026. ANTARA/HO-Biro Adpim Babel
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Babel Agus Afandi mengatakan penyebab kebakaran masih belum diketahui. Api mulai menyala pada Sabtu, 10 Oktober 2026, sekitar pukul 15.10 WIB yang membakar lahan.
Diperoleh informasi, penyebab kebakaran hebat ini berawal dari terbakarnya lahan di dekat lingkungan permukiman penduduk.
"Tiupan angin kencang dan lokasi kering membuat api semakin cepat merambat ke pemukiman penduduk, kebanyakan material rumah penduduk dinding papan, kemudian dilaporkan ter-update pukul 21.10 WIB sudah menghanguskan ratusan rumah, namun data ini belum final," kata Agus.