Penataan Setu Babakan untuk Kembalikan Fungsi Sentra Budaya Betawi

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan melakukan penataan kawasan Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi (UPK PBB) Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

Penataan Setu Babakan untuk Kembalikan Fungsi Sentra Budaya Betawi

Siti Yona Hukmana • 15 October 2026 10:20

Jakarta: Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan menata kawasan Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi (UPK PBB) Setu Babakan, Jagakarsa. Penataan ini untuk mengembalikan fungsinya sebagai sentra wisata budaya dan kuliner Betawi.

"Upaya ini sebagai rangkaian kegiatan program dari Provinsi DKI Jakarta untuk penataan Setu Babakan. Kita tahu bahwa ini tempat destinasi wisata dan kelestarian kebetawian di sini," kata Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Firmanuddin Ibrahim di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 15 Oktober 2026.

Firmanuddin mengatakan penataan tersebut mencakup relokasi 216 pedagang yang beraktivitas di kawasan itu. Pemerintah menyiapkan 63 lokasi penampungan, dengan 57 pedagang yang lolos kurasi untuk berjualan makanan khas Betawi.

Sementara itu, pedagang yang tidak lolos kurasi diarahkan untuk mendaftar agar dapat direlokasi ke lokasi binaan (lokbin) lainnya yang disediakan pemerintah. Menurut Firmanuddin, penataan itu dilakukan agar aktivitas perdagangan di kawasan tersebut selaras dengan identitas Setu Babakan sebagai sentra kebudayaan Betawi.

Pedagang melakukan pembongkaran mandiri setelah diberikan surat peringatan oleh Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan terkait pelaksanaan normalisasi saluran air di Setu Babakan, Jakarta Selatan, Rabu (7/10/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

Firmanuddin mengatakan para pedagang membongkar lapak secara mandiri setelah pemerintah menyosialisasikan dan memberikan surat peringatan (SP) sesuai prosedur. Selain penataan pedagang, kata Firmanuddin, pemerintah akan membenahi saluran air, jalan, dan jalur pedestrian di kawasan tersebut. 

Penataan sempadan danau turut dilakukan sebagai upaya menjaga dan menyelamatkan aset milik pemerintah daerah. Firmanuddin menyebut, penataan itu melibatkan 400 personel dari berbagai unsur pemerintah kota, termasuk perangkat kewilayahan, serta masyarakat setempat.

Pemerintah juga berupaya membangun kesadaran bersama agar masyarakat ikut aktif menjaga kawasan Setu Babakan sebagai destinasi wisata, sarana edukasi, dan tempat pelestarian kebudayaan Betawi.

Firmanuddin berharap penataan tersebut dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung, sekaligus memperkuat identitas Setu Babakan sebagai kawasan wisata budaya Betawi di Jakarta Selatan. 

(Siti Yona Hukmana)