Kepala BNPB memimpin rapat koordinasi penanganan darurat longsor Desa Pandanarum di Kantor Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara pada Selasa (18/11). (Dok BNPB)
Longsor Banjarnegara, BNPB: 26 Korban Hilang Harus Ditemukan
Lukman Diah Sari • 19 November 2025 08:49
Banjarnegara: Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, terus dilakukan. Sebanyak 26 orang masih hilang diduga tertimbun longsor yang terjadi pada Minggu, 16 November 2025.
“Prioritas utamanya tetap, apa pun caranya ke-26 korban harus bisa ditemukan,” tegas Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, usai meninjau lokasi longsor di Banjarnegara, pada Selasa, 18 November 2025.

Kepala BNPB memimpin rapat koordinasi penanganan darurat longsor Desa Pandanarum di Kantor Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara pada Selasa (18/11). (Dok BNPB)
Suharyanto meninjau lokasi tanah longsor bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, atas perintah langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan percepatan penanganan darurat. Dalam kunjungan tersebut, Suharyanto didampingi Bupati Banjarnegara Amalia Desiana, Deputi Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan, dan Kepala Kantor SAR Semarang Budiyono.
Usai peninjauan, BNPB menggelar rapat koordinasi di Kantor Kecamatan Pandanarum. Suharyanto menegaskan bahwa pencarian korban hilang adalah fokus utama pemerintah. BNPB menerjunkan dua pesawat Cessna untuk operasi modifikasi cuaca. Selain itu, sepuluh unit eskavator dan tim K9 juga disiapkan untuk mempercepat proses identifikasi titik-titik yang diduga terdapat korban.
917 Warga Mengungsi
Sementara itu, BPBD Banjarnegara mencatat 917 jiwa mengungsi ke beberapa titik. Warga mengungsi di Kantor Kecamatan Pandanarum, GOR Desa Beji, Gedung Haji Desa Pringamba, Wisma Muhammadiyah, Gedung KB Kecamatan Pandanarum, serta rumah kerabat.“Pemenuhan kebutuhan dasar bukan hanya urusan permakanan. Sandang, toilet, kamar mandi, hingga urusan persampahan harus diperhatikan,” ujar Suharyanto.