BNPB: 28 Keluarga di Zona Rawan Longsor Cilacap Akan Direlokasi

Longsor mengubur dua belas rumah di Dusun Tarukahan, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah pada Jumat (14/11). Dokumentasi: BPBD Kabupaten Cilacap

BNPB: 28 Keluarga di Zona Rawan Longsor Cilacap Akan Direlokasi

Lukman Diah Sari • 14 November 2025 23:06

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan relokasi segera dilakukan untuk 28 keluarga yang menempati rumah di kawasan rawan longsor di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, setelah operasi penanganan darurat bencana selesai sepenuhnya. Kepala BNPB Suharyanto mengatakan langkah relokasi diperlukan mengingat kondisi kontur wilayah yang masih labil dan berpotensi menimbulkan longsor susulan.

“Pemerintah daerah telah menyiapkan lokasi relokasinya,” kata Suhariyanto, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, 14 November 2025, melansir Antara.


Longsor mengubur dua belas rumah di Dusun Tarukahan, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah pada Jumat (14/11). Dokumentasi: BPBD Kabupaten Cilacap

BNPB mengkonfirmasi hingga saat ini operasi pencarian dan pertolongan masih berlangsung. Laporan sementara dari posko operasi di Cilacap, sebanyak 20 orang masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun material longsoran di Dusun Cibaduyut, Cibeunying dan Tarukahan. Sementara itu, tiga orang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Sekitar 200 personel gabungan dikerahkan, terdiri dari Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tagana, PMI, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat sekitar terlibat dalam operasi pencarian itu.

“Kami juga mendatangkan alat berat, pompa alkon, dan memastikan kebutuhan dasar warga di sekitar lokasi terpenuhi,” kata Suharyanto.

BNPB juga mengimbau masyarakat agar mengosongkan area longsor dari segala jenis aktivitas sementara waktu demi keselamatan bersama. Ia menegaskan bahwa relokasi menjadi langkah penting untuk memastikan keselamatan jangka panjang warga yang tinggal di daerah berisiko, sekaligus mengurangi potensi bencana serupa pada masa mendatang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)