Diskusi 'Ngobrol Perubahan Indonesia' di Yogyakarta Dihalangi Sekelompok Massa

Salah satu momen diskusi tanpa kehadiran Rocky Gerung dan sejumlah pembicara. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Diskusi 'Ngobrol Perubahan Indonesia' di Yogyakarta Dihalangi Sekelompok Massa

Ahmad Mustaqim • 3 August 2023 10:57

Yogyakarta: Diskusi bertajuk 'Ngobrol Perubahan Indonesia (Ngopi)' di Bento Kopi di Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Rabu malam, 2 Agustus 2023, berjalan tanpa pembicara utama. Empat dari lima pembicara utama yang diundang tak bisa masuk ke lokasi karena penolakan sekelompok massa. 

Massa tersebut menolak kehadiran akademisi sekaligus pengamat politik, Rokcy Gerung. Mereka berada di halaman dan hampir sepanjang jalan di sekitar lokasi diskusi. Selain Rocky Gerung, tiga pembicara lain yakni mantan pimpinan KPK, Saut Situmorang; Inisiator Kolaborasi Jakarta, Andi Sinulingga; dan pengamat politik sekaligus politikus, Habil Marati. 

"Pak Saut, Andi Sinulingga, Habil Marati, dan Rocky Gerung satu rombongan. Tadi sudah sampai dekat sini tapi tak bisa masuk. Jadi balik kanan," kata Ketua Panitia Lokal diskusi, Bambang Haryanto di lokasi. 

Diskusi Ngopi tersebut diselenggarakan kelompok Kuning Ijo Biru (KIB) dan Sekretariat Kolaborasi Indonesia (SKI). SKI merupakan perkumpulan yang menjadi bagian pendukung Anies Baswedan saat Pilkada DKI Jakarta lalu dan mendekati Pilpres 2024. 

Suasana sempat hangat saat mendekati acara diskusi dimulai, yakni sekitar pukul 19.30 WIB. Massa membentangkan sejumlah spanduk sebagai protes penolakan kedatangan Rocky Gerung yang menjadi pembicara diskusi.

Sempat terdengar ungkapan cacian dan makian dari massa. Protes yang dimotori anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan, Esti Wijayati itu menolak Rocky Gerung karena diduga menghina Presiden Joko Widodo. Bambang mengatakan perundingan sempat berjalan antara panitia dan Esti. Selain itu, kepolisian juga terlibat sekaligus pengamanan. 

"Pihak aparat mengembalikan ke panitia. Silakan kalau panitia jalan terus (kegiatan diskusinya), tugas kami (polisi) tetap mengamankan," kata Bambang menirukan pernyataan kepolisian. 

Akan tetapi, pihak massa penolak kehadiran Rocky terus berkeras. Tak ada toleransi kehadiran Rocky Gerung meski sekadar jadi pembicara diskusi.  Pihak panitia menuruti tekanan massa itu untuk tak menjadikan Rocky Gerung jadi pembicara. Meskipun, Rocky Gerung dan rombongan beberapa pembicara sudah ada di dekat lokasi. 

Salah satu pembicara diskusi, Presiden BEM Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Muhammad Adam bisa mengisi acara. Sisanya, diganti mantan Ketua DPW PPP DIY, Syukri Fadholi dan akademisi dari Yogyakarta. 
?
Bambang menyatakan kecewa karena acara itu sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Ia mengatakan mulanya acara diskusi akan dilaksanakan pada 19 Juli. Kemudian diundur menjadi 28 Juli karena Rocky Gerung sakit. 

Belum masuk 28 Juli, kemudian kembali ditunda menjadi 3 Agustus dan akhirnya 2 Agustus. Menurut dia, panitia sudah berulang kali mengubah flyer pengumuman agenda diskusi itu. 

"Diskusi sudah empat kali penundaan. Acara hari ini (diputuskan) sebelum pernyataan Rocky Gerung itu viral, akhir bulan kemarin sepertinya," ujar anggota SKI ini. 

Ia mengatakan, ancaman verbal maupun fisik tak dialami peserta maupun panitia. Ia mengatakan tak menduga ada respon sekelompok masyarakat yang memadati sekitar lokasi diskusi. 

Bambang tak menutupi kekecewaannya karena diskusi memang bisa berlangsung namun meleset dari yang direncanakan. Ia menyatakan batalnya sebagian besar pembicara juga disampaikan kepada ratusan peserta yang didominasi generasi Z atau Gen Z. 

"Pihak yang menolak bersikeras. Diajak bicara 4 mata pihak aparat, tetap nggak mau (menoleransi). Artinya, mengapa masih ada orang yang antidemokrasi atau bagaimana. Yang jelas saya sebagai orang yang diamanahi sebagai panitia lokal, sampai itu tidak bisa berjalan itu ya bagian dari kekecewaan kami," kata dia. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)