Bendera Belanda. (Anadolu Agency)
PM Baru Belanda Janjikan Dukungan Tanpa Henti untuk Ukraina
Willy Haryono • 24 February 2026 15:01
Den Haag: Perdana Menteri baru Belanda, Rob Jetten, di hari pertamanya menjabat pada Senin kemarin telah melakukan percakapan telepon dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Ia menegaskan bahwa Belanda akan melanjutkan dukungan bagi Ukraina di tengah perang melawan Rusia.
Dalam video yang dibagikan di media sosial, Zelenskyy menyampaikan terima kasih atas dukungan konsisten Belanda sejak awal invasi dan mengundang Jetten berkunjung ke Kyiv. Jetten memuji ketahanan rakyat Ukraina yang menurutnya menguatkan keyakinan bahwa perjuangan mereka juga demi nilai-nilai Eropa.
“Saya sangat terkesan bertemu banyak warga Ukraina yang begitu tangguh selama bertahun-tahun agresi Rusia. Ini memperkuat keyakinan saya bahwa Anda berjuang bukan hanya untuk keselamatan dan kebebasan sendiri, tetapi juga untuk nilai-nilai Eropa,” ujar Jetten, dikutip dari media Kyiv Post, Selasa, 24 Februari 2026.
Jetten (38) menjadi perdana menteri termuda dalam sejarah Belanda. Ia memimpin koalisi minoritas yang terdiri dari Democrats 66, Partai Rakyat untuk Kebebasan dan Demokrasi, serta Partai Demokrat Kristen setelah gagal membentuk mayoritas.
Pemerintah baru berencana menaikkan belanja pertahanan hingga 3,5 persen dari produk domestik bruto, mengatasi krisis nitrogen dengan pendanaan 20 miliar euro, memperketat kebijakan migrasi, dan mempercepat pembangunan perumahan terjangkau. Koalisi juga mengusulkan kenaikan pajak dan pengurangan belanja sosial yang memicu perdebatan publik.
Belanda termasuk salah satu pendukung bilateral terbesar Ukraina dengan komitmen bantuan lebih dari 10 miliar euro menurut data pemantau internasional.
Perjanjian koalisi terbaru menegaskan dukungan militer dan finansial jangka panjang, termasuk wacana penggunaan aset Rusia yang dibekukan serta dukungan terhadap keanggotaan Ukraina di NATO dan Uni Eropa sesuai kriteria yang berlaku.
Situasi politik Belanda dinilai semakin tidak stabil dalam beberapa dekade terakhir, dengan meningkatnya jumlah partai dan jarangnya koalisi menyelesaikan masa jabatan penuh.
Sebagai koalisi minoritas, pemerintahan Jetten harus mencari dukungan oposisi secara kasus per kasus, meski mayoritas parlemen tetap mendukung bantuan berkelanjutan bagi Ukraina. (Keysa Qanita)
Baca juga: Rusia Luncurkan 50 Rudal dan 297 Drone ke Ukraina Jelang Peringatan 4 Tahun Invasi