Australia Sebut El Nino 2026 yang Terbesar dalam 7 Dekade, Ini Dampaknya

Ilustrasi freepik

Australia Sebut El Nino 2026 yang Terbesar dalam 7 Dekade, Ini Dampaknya

Putri Purnama Sari • 19 June 2026 16:09

Jakarta: Pemerintah Australia mengeluarkan peringatan serius terkait fenomena iklim El Nino yang terjadi saat ini. Dalam laporan terbarunya, Australia menyebut bahwa El Nino kali ini menjadi yang paling kuat dalam kurun waktu 70 tahun terakhir, dengan dampak yang berpotensi luas terhadap cuaca global.

Fenomena ini memicu kekhawatiran karena dapat memperparah kondisi kekeringan, meningkatkan suhu ekstrem, serta mengganggu pola hujan di berbagai wilayah dunia, termasuk Asia Tenggara.

El Nino Terkuat dalam 7 Dekade

El Nino merupakan fenomena alam yang terjadi akibat menghangatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Kondisi ini berdampak besar terhadap perubahan pola cuaca global.

Badan meteorologi Australia menyebut bahwa El Nino yang sedang berlangsung saat ini memiliki intensitas yang sangat kuat, bahkan disebut sebagai yang paling ekstrem dalam 7 dekade terakhir. Kondisi ini membuat banyak negara meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana iklim.

“Prakiraan menunjukkan terjadinya peristiwa El Nino yang kuat hingga sangat kuat, berdasarkan tingkat pemanasan di Pasifik tropis bagian tengah,” demikian pernyataan dari Badan meteorologi Australia, yang dikutip dilansir Al Jazeera, Jumat, 19 Juni 2026.

Dampak Global: Cuaca Ekstrem hingga Kekeringan

Fenomena El Nino yang kuat biasanya membawa dampak signifikan, di antaranya:
  • Meningkatnya suhu global secara signifikan
  • Kekeringan parah di sejumlah wilayah, termasuk Asia dan Australia
  • Curah hujan ekstrem di beberapa kawasan lain
  • Gangguan pada sektor pertanian dan ketahanan pangan
Australia sendiri termasuk negara yang paling terdampak, terutama pada sektor pertanian dan ketersediaan air bersih.
 

Dampak di Asia dan Indonesia

Di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, El Nino biasanya menyebabkan penurunan curah hujan yang cukup drastis. Hal ini dapat memicu:
  • Musim kemarau lebih panjang
  • Risiko kebakaran hutan dan lahan meningkat
  • Gangguan produksi pertanian
  • Krisis air di beberapa daerah tertentu
Oleh karena itu, pemerintah di berbagai negara mulai menyiapkan langkah mitigasi untuk mengurangi dampak buruk dari fenomena ini.

Apa Itu El Nino?

El Nino adalah bagian dari siklus iklim alami yang terjadi setiap beberapa tahun sekali. Fenomena ini biasanya muncul bersamaan dengan La Nina, yang merupakan kebalikannya dan menyebabkan peningkatan curah hujan di banyak wilayah.

Perubahan suhu laut di Samudra Pasifik menjadi pemicu utama perubahan pola atmosfer global yang kemudian berdampak pada cuaca di berbagai belahan dunia.

Para ahli iklim menilai bahwa kekuatan El Nino kali ini dapat dipengaruhi oleh perubahan iklim global yang semakin memperparah kondisi ekstrem. Kombinasi antara El Nino kuat dan pemanasan global berpotensi meningkatkan risiko cuaca ekstrem dalam skala yang lebih luas.

(Arga Sumantri)