Ilustrasi pawai ogoh-ogoh. (MGN/Suyanto)
Pemprov NTB Pastikan Pawai Ogoh-Ogoh dan Takbiran Tetap Digelar
Lukman Diah Sari • 15 March 2026 14:57
Mataram: Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) memastikan tidak ada pelarangan pawai ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi 2026 maupun pawai takbiran menyambut Idulfitri 1447 H, meski waktu kedua perayaan keagamaan itu saling berdekatan.
"Seluruh kegiatan keagamaan tersebut tetap dapat dilaksanakan sebagaimana biasa dengan tetap memperhatikan ketertiban serta kesepahaman bersama di tingkat masyarakat," kata Juru Bicara Pemerintah NTB Ahsanul Khalik di Mataram, Minggu, 15 Maret 2026, melansir Antara.
Ahsanul mengatakan masyarakat NTB sejak lama memiliki tradisi toleransi yang kuat dan saling menghargai dalam menjalankan ajaran serta ritual agama masing-masing. Momentum beririsan antara perayaan Nyepi dan Idulfitri merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk menunjukkan sikap saling menghormati dalam kehidupan beragama.
"Toleransi bukan sekedar slogan, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari," ucap Ahsanul.

Ilustrasi freepik
Dia menegaskan bahwa Pemprov NTB mendukung seluruh kegiatan keagamaan masyarakat sepanjang dilaksanakan dengan tertib dan saling menghargai satu sama lain. Di Kota Mataram, pemerintahan setempat bersama tokoh agama Hindu dan Islam, panitia pawai ogoh-ogoh, panitia takbiran, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta aparat keamanan telah melakukan sejumlah pertemuan koordinasi untuk memastikan kedua kegiatan berjalan dengan baik.
Beberapa kesepakatan mencakup tata tertib pelaksanaan kegiatan, jumlah peserta termasuk pembatasan peserta dari luar daerah, pengaturan rute kegiatan, ketepatan waktu pelaksanaan, serta pengawalan oleh aparat keamanan. Koordinasi serupa juga dilakukan di sejumlah daerah lain di NTB, termasuk di wilayah Lingsar dan Narmada di Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Sumbawa, serta beberapa kawasan lainnya yang juga melaksanakan kegiatan serupa.
Umat Islam memberikan ruang kepada umat Hindu untuk melaksanakan rangkaian Hari Raya Nyepi yang diawali dengan pawai ogoh-ogoh dan dilanjutkan dengan Catur Brata Penyepian. Sedangkan, umat Hindu juga memberikan penghormatan terhadap pelaksanaan malam takbiran dan Shalat Idul Fitri yang menjadi bagian dari perayaan Hari Raya Idul Fitri umat Islam.
"Kehidupan masyarakat NTB yang saling menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing agama merupakan kekuatan sosial yang harus terus kita jaga,” imbuh Ahsanul yang menjabat Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik NTB itu.