Abelardo de la Espriella Resmi Dilantik sebagai Presiden Kolombia

Abelardo de la Espriella resmi dilantik sebagai Presiden Kolombia di Cali. (Anadolu Agency)

Abelardo de la Espriella Resmi Dilantik sebagai Presiden Kolombia

Willy Haryono • 8 August 2026 08:21

Cali: Pengacara sekaligus pendatang baru di dunia politik Abelardo de la Espriella resmi dilantik sebagai Presiden Kolombia dalam upacara yang digelar di Kota Cali, Jumat, 7 Agustus 2026.

Pelantikan yang untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu abad diselenggarakan di luar ibu kota Bogota itu menandai perubahan tradisi sekaligus pergantian kepemimpinan dari Presiden Gustavo Petro, yang mengakhiri masa jabatannya selama empat tahun di tengah meningkatnya polarisasi politik dan tantangan ekonomi.

Alih-alih digelar di Plaza de Bolívar di Bogota seperti biasanya, upacara berlangsung di Arena USC, kompleks Universidad Santiago de Cali.

Pemilihan lokasi pelantikan didahului perdebatan antara pemerintahan lama dan pemerintahan baru.

Dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu, 8 Agustus 2026, De la Espriella semula mengusulkan pelantikan dilaksanakan di sebuah pangkalan militer di Departemen Cauca, wilayah yang dilanda konflik, sebagai bentuk penghormatan kepada angkatan bersenjata Kolombia.

Namun, Petro menolak usulan tersebut dengan alasan pangkalan militer tidak dapat digunakan untuk acara politik selama dirinya masih menjabat sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata.

Setelah Kongres menyetujui pemindahan lokasi pelantikan, De la Espriella memilih Cali, ibu kota Provinsi Valle del Cauca, dengan alasan memperkuat desentralisasi pemerintahan dan perhatian terhadap keamanan di daerah.

Sebagai bentuk penghormatan kepada militer, agenda resmi pertamanya sebagai presiden dijadwalkan berlangsung di Pangkalan Udara Marco Fidel Suarez di Cali, sesaat setelah pelantikan.

Dihadiri Sejumlah Pemimpin Dunia

Upacara pelantikan dihadiri sejumlah pemimpin negara dan tokoh internasional, terutama dari kalangan pemerintahan konservatif di Amerika dan Eropa.

Di antara tamu yang hadir ialah Raja Felipe VI dari Spanyol, Presiden Argentina Javier Milei, Presiden Ekuador Daniel Noboa, Presiden Paraguay Santiago Peña, presiden terpilih Kosta Rika Laura Fernandez, Presiden Panama José Raúl Mulino, Presiden Republik Dominika Luis Abinader, serta Todd Blanche, Jaksa Agung Sementara Amerika Serikat yang memimpin delegasi tingkat tinggi AS.

Sementara itu, Gustavo Petro memilih tidak menghadiri pelantikan penerusnya, sehingga memutus tradisi yang selama ini berlaku di Kolombia.

Sejumlah anggota parlemen dari koalisi Pacto Histórico pendukung Petro juga memboikot upacara pelantikan dan menggelar demonstrasi di beberapa kota besar, termasuk Cali.

Baca juga: Tokoh Sayap Kanan Abelardo De La Espriella Menang Pemilu Presiden Kolombia

(Willy Haryono)