Petugas BPBD Kalbar memadamkan karhutla di Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya ANTARA/HO-Jessica Helena Wuysang
934 Warga Kayong Utara Terserang ISPA Akibat Karhutla
Silvana Febiari • 10 August 2026 15:21
Pontianak: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, mencapai 934 kasus hingga awal Agustus 2026. Kondisi ini terjadi di tengah kualitas udara yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Menyikapi kondisi kualitas udara yang kurang baik yang disebabkan karhutla, masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah," kata Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kayong Utara dr. Maria Fransisca di Sukadana, dilansir dari Antara, Senin, 10 Agustus 2026.
Untuk itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kualitas udara yang kurang baik terhadap kesehatan. Utamanya, saluran pernapasan.
Baca Juga :
"Berdasarkan data Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kayong Utara, sebanyak 934 kasus ISPA tercatat selama periode minggu ke-22 hingga minggu ke-30 tahun 2026, yakni 31 Mei hingga 1 Agustus," ungkapnya.
Kasus tertinggi terjadi pada minggu ke-23 dengan 184 kasus, sedangkan jumlah terendah tercatat pada minggu ke-28 sebanyak 49 kasus. Memasuki minggu ke-30, jumlah kasus kembali meningkat menjadi 83 kasus dari 72 kasus pada minggu sebelumnya atau minggu ke-29.
Secara kumulatif, Puskesmas Teluk Batang mencatat kasus ISPA terbanyak dengan 363 kasus. Disusul Puskesmas Sukadana sebanyak 309 kasus dan Puskesmas Siduk sebanyak 159 kasus.
Selanjutnya, Puskesmas Teluk Arum mencatat 34 kasus, Teluk Melano 21 kasus, Dubes 16 kasus, Sungai Paduan dan Tanjung Satai masing-masing 15 kasus, serta Padang satu kasus. Sementara Puskesmas Matan dan Pelapis tidak mencatat kasus.

Ilustrasi-masyarakat menggunakan masker. ANTARA/Siti Nurhaliza./aa.
Maria meminta warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah menggunakan masker. Tujuannya mengurangi paparan udara yang kurang baik, terutama saat kualitas udara menurun akibat asap kebakaran hutan dan lahan.
“Kenakan masker bila harus bepergian keluar rumah, minum air putih yang cukup, dan segera ke fasilitas pelayanan kesehatan jika sudah terjadi gangguan pada saluran pernapasan seperti batuk, nyeri menelan ataupun sesak napas,” ujarnya.