Ilustrasi harga minyak dunia naik. Foto: Freepik.
Harga Minyak Dunia Mulai Naik Lagi, Brent Dibanderol USD84/Barel
Husen Miftahudin • 10 August 2026 08:23
Houston: Harga minyak dunia melanjutkan penguatan pada Senin seiring ketidakpastian pembukaan kembali Selat Hormuz yang masih menjaga kekhawatiran terhadap pasokan energi. Risiko geopolitik juga meningkat setelah kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim serangan terhadap infrastruktur energi Arab Saudi.
Mengutip Investing.com, Senin, 10 Agustus 2026, harga minyak mentah Brent berjangka naik 1,1 persen menjadi USD84,45 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka menguat 1,2 persen menjadi USD78,18 per barel. Harga Brent telah naik lebih dari lima persen dalam tiga sesi perdagangan sebelumnya.
Pelaku pasar masih mencermati upaya pembukaan kembali Selat Hormuz setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan pada akhir pekan kesepakatan dengan Oman untuk membangun jalur pelayaran melalui selat tersebut sudah mendekati tahap final.
Namun, Araghchi menyampaikan kesepakatan tersebut tidak akan secara langsung membuat Selat Hormuz kembali terbuka. Kondisi ini meredam harapan pasar terhadap pemulihan cepat arus energi yang terganggu.
Iran juga masih menolak kemungkinan pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat untuk saat ini. Teheran menyebut dugaan pelanggaran terhadap kesepakatan perdamaian sementara yang dicapai pada Juni sebagai salah satu alasannya.
Iran menetapkan sejumlah syarat untuk pembukaan penuh Selat Hormuz, termasuk penghentian blokade angkatan laut AS, pencabutan sanksi, serta kompensasi atas kerusakan akibat perang.
Washington menyatakan terlibat dalam pembahasan mengenai pengelolaan jalur pelayaran tersebut. Namun, Teheran membantah pernyataan tersebut.
Aktivitas kapal di Hormuz masih terbatas
Ketidakpastian mengenai pembukaan Selat Hormuz membuat aktivitas pelayaran melalui salah satu jalur utama perdagangan minyak dunia masih terbatas.
Sebuah kapal tanker milik Abu Dhabi National Oil Co. (ADNOC) juga menjadi sasaran serangan di selat tersebut pada akhir pekan. ADNOC sebelumnya menyatakan tiga kapal tankernya diserang ketika melintasi Selat Hormuz dalam sepekan terakhir.
Risiko eskalasi konflik kembali menjadi perhatian setelah kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim serangan terhadap kilang minyak Jazan milik Arab Saudi di dekat Laut Merah. Arab Saudi secara terpisah menyatakan kebakaran di fasilitas Aramco di Jazan telah berhasil dipadamkan setelah serangan tersebut.
Serangan itu menambah kekhawatiran konflik dapat meluas di luar Selat Hormuz dan mengancam jalur alternatif yang digunakan untuk ekspor minyak dari Timur Tengah.
Kelompok Houthi juga mengklaim bertanggung jawab atas serangan besar terhadap pemerintahan Yaman yang bersekutu dengan Arab Saudi. Perkembangan tersebut terjadi setelah muncul laporan serangan terhadap kapal tanker Saudi di Teluk Aden serta ancaman terhadap pelayaran di bagian utara Laut Merah.
Analis ANZ menilai pasar minyak kembali menghadapi pekan yang bergejolak. Harga minyak sempat turun tajam setelah AS menyatakan akan menghentikan serangan terhadap Iran untuk membuka ruang pembicaraan mengenai pembukaan Selat Hormuz.
Namun, harga kembali menguat setelah muncul indikasi pembukaan kembali selat tersebut masih dapat disertai pembatasan signifikan terhadap kapal yang melintas.
Harga minyak juga melonjak pada Jumat setelah kantor berita semi-resmi Iran, Fars, melaporkan serangan terhadap sejumlah target musuh di Selat Hormuz menyusul ledakan di sekitar Pulau Qeshm.
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
Risiko pasokan Kazakhstan mulai mereda
Di tengah berbagai gangguan tersebut, sebagian risiko pasokan mulai mereda setelah Ukraina menyepakati untuk tidak menargetkan kapal tanker minyak non-Rusia tertentu serta infrastruktur energi Laut Hitam yang penting bagi ekspor minyak mentah Kazakhstan.
Namun, Caspian Pipeline Consortium (CPC) masih menghadapi serangan berulang dalam beberapa pekan terakhir. Gangguan tersebut berpotensi memengaruhi sekitar 1,8 juta barel per hari ekspor minyak Kazakhstan.
Perkembangan di Selat Hormuz, Laut Merah, dan Laut Hitam membuat risiko terhadap kelancaran pasokan minyak global masih menjadi perhatian pelaku pasar.