Basuki Hadimuljono pakai baju adat Kutai saat pimpin upacara HUT ke-81 RI di IKN, dok: YouTube IKN Indonesia
Basuki Hadimuljono Pakai Baju Adat Kutai saat Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di IKN
Putri Purnama Sari • 17 August 2026 16:39
Jakarta: Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono tampil mengenakan busana adat Kutai Kartanegara saat bertindak sebagai inspektur Upacara Detik-Detik Proklamasi di Plaza Seremoni IKN, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) pada Senin, 17 Agustus 2026.
Pilihan busana tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan identitas budaya Kalimantan Timur dalam perayaan kemerdekaan di Nusantara. Basuki sebelumnya juga mengenakan pakaian adat dari daerah lain di Kalimantan Timur dalam peringatan HUT ke-81 RI.
Selain dihadiri jajaran dan peserta upacara, rangkaian perayaan kemerdekaan di IKN juga dibuka bagi masyarakat serta pengunjung yang ingin menyaksikan langsung suasana peringatan HUT ke-81 RI.
Basuki Kenakan Baju Adat Kutai Kartanegara
Basuki memilih pakaian adat Kutai untuk upacara kemerdekaan tahun ini. Ia menjelaskan, pemilihan busana adat dilakukan secara bergantian setiap tahun dengan mengangkat kekayaan budaya yang berasal dari Kalimantan Timur.
Pada peringatan HUT RI sebelumnya, Basuki mengenakan pakaian adat Paser. Tahun ini, giliran busana Kutai yang dikenakan saat memimpin upacara di IKN.
"Ini baju Kukar ya. Tahun lalu kami pakai baju Paser, jadi sekarang kita pakai Kutai," ujar Basuki seusai upacara, Senin, 17 Agustus 2026.
Menurutnya, penggunaan pakaian adat dari daerah sekitar IKN merupakan bentuk penghargaan terhadap budaya lokal. Ia berencana mengenakan berbagai pakaian adat dari Kalimantan Timur sebelum memilih busana dari daerah lainnya.
Upacara Pengibaran Bendera Diikuti 3.500 Peserta

HUT ke-81 RI di IKN, dok: YouTube IKN Indonesia
Peringatan HUT ke-81 RI di IKN berlangsung dengan melibatkan ribuan peserta. Pada prosesi pengibaran Sang Merah Putih, jumlah peserta yang terlibat mencapai sekitar 3.500 orang.
Sementara itu, rangkaian upacara penurunan bendera yang akan digelar pada sore hari melibatkan sekitar 2.500 peserta.
Otorita IKN juga memberikan kesempatan kepada masyarakat dan pengunjung untuk hadir dan menyaksikan secara langsung berbagai rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan di Nusantara.
Keterlibatan masyarakat tersebut membuat perayaan HUT RI di IKN tidak hanya berlangsung sebagai agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang bagi publik untuk merasakan langsung suasana peringatan kemerdekaan di ibu kota baru Indonesia.
Penggunaan Baju Adat Bukan Sekadar Pilihan Busana
Bagi Basuki, penggunaan pakaian adat lokal dalam perayaan kenegaraan memiliki makna lebih dari sekadar penampilan. Langkah tersebut menjadi bagian dari penghormatan terhadap identitas dan keberagaman budaya di wilayah tempat IKN dibangun.
Menurutnya, pembangunan Nusantara tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan infrastruktur. Aspek sosial serta keberagaman masyarakat juga perlu menjadi bagian dari perkembangan IKN.
Prinsip tersebut sejalan dengan semangat inklusivitas yang diterapkan Otorita IKN. Basuki menegaskan bahwa pembangunan Nusantara harus dapat memberikan ruang bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk masyarakat adat, penyandang disabilitas, dan perempuan.
"Jadi apa pun kebijakan kami adalah inklusif. Semua masyarakat, baik secara adat, disabilitas, perempuan, semua harus inklusif," tegasnya.
Penggunaan baju adat Kutai oleh Basuki dalam upacara HUT ke-81 RI sekaligus memperlihatkan upaya mengangkat kekayaan budaya daerah dalam perayaan nasional.
Dengan melibatkan ribuan peserta serta membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menyaksikan rangkaian kegiatan secara langsung, peringatan kemerdekaan di IKN menjadi momentum untuk memperkenalkan Nusantara tidak hanya sebagai pusat pemerintahan baru, tetapi juga sebagai ruang yang menghargai keberagaman budaya Indonesia.