Karhutla Hanguskan 20 Hektare Lahan di Kukar dan Paser

Tim BPBD saat penanganan karhutla di Desa Sungai Bawang, Kabupaten Kutai Kartanegara, yang berbatasan langsung dengan Kota Samarinda bagian utara. ANTARA/HO-BPBD Kaltim

Karhutla Hanguskan 20 Hektare Lahan di Kukar dan Paser

Silvana Febiari • 13 August 2026 14:12

Kutai Kartanegara: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Timur, Selasa, 11 Agustus 2026. Tercatat seluas 20 hektare lahan hangus terbakar di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Paser. 

Plh. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dodi Yuleova mengatakan luas lahan yang terbakar di Kelurahan Muara Sanga-sanga, Kecamatan Sanga-sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, diperkirakan mencapai 15 hektare.

"Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 15 hektare dan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini," kata Dodi dalam keterangan tertulis, Kamis, 13 Agustus 2026. 
 


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara segera mengerahkan personel untuk melakukan pemadaman di lapangan.

Kebakaran serupa juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Paser pada hari yang sama. Wilayah terdampak meliputi tiga kecamatan, yaitu Desa Beras Jiring di Kecamatan Muara Komam, Desa Tanah Grogot dan Tepian Batang di Kecamatan Tanah Grogot, serta Desa Damit di Kecamatan Pasir Belengkong. 

"Total lahan yang terbakar seluas lima hektare," ungkap Dodi. 


BPBD Kabupaten Klaten melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Rabu, 12 Agustus 2026. Foto: BPBD Kabupaten Klaten.


Menghadapi situasi tersebut, BPBD Kabupaten Paser langsung bergerak melakukan penanganan bersama tim gabungan dengan menggunakan peralatan sederhana, membuat sekat bakar, serta mengerahkan water truck untuk menjinakkan api.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama musim kemarau, khususnya karhutla. 

"Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan, pemantauan, serta deteksi dini terhadap potensi karhutla dan memastikan ketersediaan sarana dan prasarana pemadaman," tutur Dodi. 

Selain itu, masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas pembakaran di wilayah yang rawan terbakar. Masyarakat yang mengetahui atau melihat kejadian kebakaran diminta segera melaporkannya kepada otoritas daerah setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif.

(Silvana Febiari)