UEFA, AFC, dan Concacaf Tuntut Presiden FIFA Mundur usai Kontroversi FFE

Presiden FIFA Gianni Infantino di Miami (AS) pada 10 Juni 2025. (EFE/Giorgio Viera)

UEFA, AFC, dan Concacaf Tuntut Presiden FIFA Mundur usai Kontroversi FFE

Riza Aslam Khaeron • 12 August 2026 19:59

Jakarta: UEFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), dan Concacaf dilaporkan akan mendesak Gianni Infantino untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden FIFA pascakontroversi rencana menjual saham Piala Dunia melalui badan Footballl Forward Enterprise (FFE) yang digagas Infantino secara sepihak.

Langkah ini diambil usai surat terbuka dari ketiga federasi regional tersebut yang mengecam kepemimpinan Infantino.

Tiga badan pengatur sepak bola tersebut menuduh Infantino merusak kepercayaan organisasi dan mengecam penolakannya untuk mengakui kesalahan atas peluncuran skema tersebut.

Surat terbuka tersebut ditandatangani oleh Presiden UEFA Aleksander Ceferin, Presiden AFC Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa, dan Presiden Concacaf Victor Montagliani.

"Ini bukan tentang memegang, atau menuntut, kekuasaan untuk digenggam. Ini adalah tugas pengabdian kepada keluarga sepak bola yang telah memberikan kepercayaannya. Ketika kepercayaan itu dirusak melalui tipu daya, ketika seorang individu menempatkan dirinya di atas kolektif yang memberinya wewenang, maka tugas pengabdian tersebut telah ditinggalkan," demikian isi surat tersebut, mengutip The Guardian.


Presiden FIFA Gianni Infantino pada Kongres FIFA ke-76 tahun 2026. (EFE/EPA/Bob Frid)

Ketiga konfederasi juga mengkritik penanganan krisis oleh FIFA, yang dinilai tidak mencerminkan penyesalan meskipun Infantino telah menyampaikan permohonan maaf usai pertemuan tertutup staf senior di Rabat.

“Tidak mengakui bahwa proposal itu sendiri pada dasarnya salah. Masih tidak ada pengakuan bahwa upaya menjual kepentingan dalam Piala Dunia FIFA adalah suatu kegagalan, bukan hanya langkah prosedural yang salah,” tambah ketiga federasi tersebut.

Ketiga presiden konfederasi juga menyerukan adanya peninjauan independen oleh pihak luar sepak bola. Meski mencerminkan sikap tegas jajaran pimpinan tiga konfederasi, penolakan terhadap Infantino di tingkat asosiasi anggota individu tidak sepenuhnya solid.

Di luar Eropa, hanya sedikit federasi yang secara terbuka menentang Infantino atau menarik dukungan untuk pemilihan kembali dirinya pada Maret mendatang. Konfederasi Afrika (CAF) dan Amerika Selatan (Conmebol) bahkan telah menyatakan dukungan resmi kepada Infantino dalam beberapa hari terakhir.

Di sisi lain, sejumlah asosiasi anggota berskala besar telah bersurat kepada Infantino untuk meminta pertemuan klarifikasi mengenai perannya dalam skema FFE. Namun, hingga kini Infantino belum memberikan tanggapan maupun menghubungi federasi-federasi tersebut secara langsung.
 

 

Surat Terbuka AS, Kanada, Karibia, dan Amerika Tengah

Langkah UEFA, AFC, dan Concacaf ini kemudian disusul oleh pernyataan bersama dari US Soccer dan Canada Soccer,dua dari tuan rumah Piala Dunia 2026, bersama Uni Sepak Bola Karibia (CFU) dan Uni Sepak Bola Amerika Tengah (UNCAF).

Keempat lembaga tersebut mewakili 40 dari 41 anggota Concacaf, dengan pengecualian Federasi Sepak Bola Meksiko yang memilih tetap mendukung Infantino.

Sikap kritis US Soccer dinilai signifikan mengingat posisi mereka sebagai calon tuan rumah Piala Dunia Wanita 2031 dan penyelenggara pertandingan Piala Dunia Antarklub 2029.

"US Soccer, Canada Soccer, CFU dan UNCAF berdiri bersama, bersama dengan kolega kami di seluruh dunia, dalam menyerukan perubahan berarti yang memperkuat tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas FIFA," demikian rilis resmi gabungan tersebut.

(Riza Aslam Khaeron)