Bela Gianni Infantino, Trump Sebut FIFA Buat Kesalahan Besar Jika Menggantinya

Presiden AS Donald Trump bersama Presiden FIFA Gianni Infantino. (Anadolu Agency)

Bela Gianni Infantino, Trump Sebut FIFA Buat Kesalahan Besar Jika Menggantinya

Willy Haryono • 11 August 2026 19:01

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan FIFA agar tidak mengganti Gianni Infantino dari posisi presiden badan sepak bola dunia tersebut. Trump menyebut pergantian Infantino akan menjadi "kesalahan besar."

Pernyataan itu disampaikan Trump melalui akun Truth Social pada Senin, 10 Agustus. Ia memuji Infantino sebagai sosok "fantastis" dan mengklaim sang presiden FIFA telah memimpin "Piala Dunia paling sukses, empat kali lipat, yang pernah digelar."

"FIFA akan membuat kesalahan besar jika, karena alasan apa pun, mereka bahkan mempertimbangkan untuk mengganti Presiden Gianni Infantino," tulis Trump.

"Jika dia pergi, Piala Dunia tidak akan pernah sesukses atau menguntungkan seperti sekarang lagi!" lanjutnya, dikutip dari TRT World, Selasa, 11 Agustus 2026.

Dukungan Trump muncul ketika Infantino menghadapi tekanan yang meningkat setelah rencana FIFA untuk menjual sebagian kepemilikan terkait Piala Dunia kepada investor ekuitas swasta menuai kontroversi.

Tiga Konfederasi Kritik Rencana FIFA

UEFA, CONCACAF, dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pada Senin menerbitkan surat terbuka bersama yang mengecam rencana tersebut.

Ketiga konfederasi menilai rencana itu merupakan "pelanggaran mendasar terhadap kepercayaan" yang diberikan kepada FIFA untuk mengelola kepentingan sepak bola dunia.

Mereka juga memperingatkan bahwa ketika kepercayaan dirusak melalui tindakan yang dianggap menyesatkan dan seorang individu menempatkan dirinya di atas kepentingan kolektif yang memberinya kewenangan, maka tanggung jawab tersebut telah ditinggalkan.

Tekanan terhadap Infantino muncul setelah rencana investasi tersebut memicu pertanyaan mengenai tata kelola dan proses pengambilan keputusan FIFA.

FIFA kemudian meminta maaf atas kesalahan yang terjadi dalam penyusunan rencana tersebut. Dalam pertemuan krisis di Maroko pekan lalu, jajaran pejabat senior FIFA disebut kembali menegaskan dukungan penuh mereka terhadap kepemimpinan Infantino.

FIFA juga menyatakan proposal tersebut kini telah "dikeluarkan dari agenda" dan tidak akan dilanjutkan.

Badan sepak bola dunia itu menegaskan tidak akan lagi mentoleransi serangan terhadap integritas, tata kelola yang baik, maupun proses hukum yang semestinya. FIFA juga mengatakan akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi nama dan reputasinya.

Baca juga:  3 Federasi Sepak Bola Dunia Kecam Presiden FIFA soal Penjualan Saham Pildun

(Willy Haryono)