Rapat persiapan operasi pencarian pesawat ATR 400 rute Yogyakarta-Makassar di Pangkep, Sulsel, Sabtu malam, 17 Januari 2026. ANTARA/HO-Humas Pemkot Makassar
BPBD Makassar Bantu Operasi Pencarian Pesawat ATR 400
Silvana Febiari • 18 January 2026 09:29
Makassar: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk terus mendukung operasi pencarian dan pertolongan pesawat ATR 400 rute Yogyakarta–Makassar. Dukungan tersebut dilakukan secara terkoordinasi, profesional, dan mengedepankan keselamatan dalam satu sistem komando terpadu.
Komandan Regu BPBD Kota Makassar Rahmat menyampaikan bahwa seluruh personel siap melaksanakan tugas dan mematuhi satu komando di lapangan. “Kami siap bergerak sesuai arahan komando. Personel BPBD Kota Makassar akan fokus pada tugas data dan informasi serta memimpin tim pencarian sesuai keahlian yang dimiliki,” ujarnya, di Makassar, dilansir dari Antara, Minggu, 18 Januari 2026.
Baca Juga :
Berdasarkan arahan komando operasi, tiga personel BPBD Makassar ditugaskan pada bidang data dan informasi. Tujuannya untuk mendukung integrasi data dan kelancaran pelaporan.
Sementara itu, tujuh personel lainnya yang memiliki keahlian vertical rescue kembali ditunjuk untuk memimpin beberapa tim pencarian di lapangan. Penunjukan tersebut dilakukan seiring dengan pembentukan banyak tim pencarian akibat meningkatnya jumlah personel dan relawan yang terus berdatangan.

Tim SAR Gabungan bersiap melakukan pencarian pesawat ATR 400, di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu, 17 Januari 2026. MTVN/Muhammad Syawaluddin.
Sebelumnya, pesawat jenis ATR 400 milik Indonesia Air Transport penerbangan dari Yogyakarta dengan tujuan Makassar hilang kontak di sekitar wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu, 17 Januari 2026. Pesawat Transport itu diperkirakan hilang kontak sekitar pukul 13.17 WITA.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) turun melakukan pengumpulan data terkait jatuhnya pesawat ATR 400 yang hilang kontak di kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Maros Pangkep.
Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono belum bisa memastikan penyebab pesawat tersebut terjatuh dan mengaku terkendala karena diduga emergency locator transmitter mati. Saat ini, pihaknya masih fokus pencarian lokasi jatuhnya pesawat dan pengumpulan data korban.