Erupsi Gunung Ile Lewotolok di Lembata, NTT. ANTARA/HO-PPG
Status Gunung Ile Lewotolok Naik ke Level Siaga
Silvana Febiari • 18 January 2026 17:28
Lembata: Badan Geologi melaporkan Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kenaikan status aktivitas vulkanik dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Kenaikan status itu terhitung sejak pukul 11.00 WITA, Minggu, 18 Januari 2026.
“Kenaikan status itu terjadi karena jumlah kejadian erupsi semakin meningkat tajam dari hari ke hari,” kata Petugas Pemantau Gunung Ile Lewotolok Stanislaus Arakian, dilansir dari Antara.
Gunung yang pernah meletus pada 2020 dengan mengakibatkan banyak warga mengungsi itu sudah menunjukkan peningkatan aktivitas erupsi pada 4 Januari 2026. Ketinggian kolom abu bahkan mencapai 300 meter di atas puncak.
Baca Juga :
Aktivitas Erupsi Gunung Ile Lewotolok Meningkat
Pada 13 Januari 2026, terekam 341 kejadian gempa erupsi. Di tanggal yang sama, mulai teramati aliran lava yang keluar dari kawah gunung tersebut, yang sebelumnya mengalir di dalam kawah.
Berdasarkan data kegempaan pada 1-15 Januari 2026, tercatat 2.713 kali gempa erupsi, 4.391 kali gempa embusan, lima kali gempa guguran, 834 kali tremor non-harmonik, tujuh kali gempa hybrid, 13 kali gempa vulkanik dangkal serta 25 kali gempa vulkanik dalam, delapan kali gempa tektonik lokal, dan delapan kali gempa tektonik jauh.
Selama 16-18 Januari 2026, mulai pukul 06.00 WITA, tercatat 831 kali gempa erupsi, 925 kali gempa embusan, dan satu kali gempa vulkanik dalam.

Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT, Erupsi. Foto: Magma Indonesia
Secara visual, gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Selain itu, teramati asap kawah berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dengan tinggi berkisar 20-200 meter dari puncak.
Tinggi kolom erupsi berkisar 200-500 meter dari puncak berwarna putih, kelabu, hingga hitam. Lontaran material erupsi menjangkau jarak 300 meter dari pusat erupsi, keluar kawah ke arah tenggara.
Erupsi terjadi disertai suara gemuruh dengan intensitas lemah hingga sedang. Teramati juga guguran, meski jarak dan arahnya tidak terlihat, serta aliran lava di sektor barat mencapai sekitar 100 meter dari bibir kawah.