Ketegangan AS-Iran Memanas Lagi, Kuwait Kerahkan Sistem Pertahanan Udara

Militer Kuwait mengaktifkan sistem pertahanan udara untuk menghadapi ancaman rudal dan drone. (Anadolu Agency)

Ketegangan AS-Iran Memanas Lagi, Kuwait Kerahkan Sistem Pertahanan Udara

Dimas Chairullah • 29 May 2026 06:17

Kuwait City: Militer Kuwait mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara mereka saat ini tengah dikerahkan untuk merespons ancaman rudal dan pesawat tak berawak (drone) yang bermusuhan.

Mengutip laporan kantor berita Anadolu, Kamis, 28 Mei 2026, insiden keamanan ini dilaporkan terjadi pada Kamis pagi, 28 Mei 2026 waktu setempat.

Situasi ini berlangsung di tengah kondisi kawasan yang masih memanas akibat rapuhnya kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

"Ledakan apa pun yang mungkin terdengar adalah hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat target musuh," demikian pernyataan resmi Angkatan Bersenjata Kuwait.

Menyikapi situasi tersebut, pihak militer mengimbau masyarakat luas untuk tetap tenang. Warga juga diminta untuk mematuhi seluruh instruksi keselamatan dan keamanan yang dikeluarkan oleh otoritas terkait.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah ini diketahui telah meningkat tajam sejak Februari lalu. Eskalasi dipicu oleh serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap Iran.

Sebagai balasan atas tindakan tersebut, Teheran sempat melancarkan serangan balik terhadap Israel dan sejumlah sekutu AS di kawasan Teluk, serta menutup akses Selat Hormuz.

Upaya damai melalui gencatan senjata yang ditengahi oleh Pakistan sebenarnya telah mulai berlaku sejak 8 April lalu. Perjanjian tersebut kemudian diperpanjang tanpa batas waktu oleh Presiden AS Donald Trump, meski implementasinya di lapangan masih sangat rentan terhadap pelanggaran. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Balas Serangan di Bandar Abbas, IRGC Gempur Pangkalan Udara AS di Kuwait

(Willy Haryono)