Peralihan ke RPH Modern Cegah Pencemaran Lingkungan Pascakurban di Jakarta

Ilustrasi pengolahan hewan kurban. Foto: Dok. Istimewa.

Peralihan ke RPH Modern Cegah Pencemaran Lingkungan Pascakurban di Jakarta

Naufal Zuhdi • 28 May 2026 18:23

Jakarta: Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta resmi memercayakan proses pemotongan belasan hewan kurban Iduladha 1447 Hijriah kepada Perumda Dharma Jaya. Langkah sinergis yang dipusatkan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Cakung, Jakarta Timur ini diambil guna mewujudkan standardisasi pelaksanaan kurban yang lebih higienis, praktis, dan ramah lingkungan di Ibu Kota.

“Alhamdulillah tahun ini kami bekerja sama dengan Perumda Dharma Jaya karena lebih praktis dan dapat mengurangi pengotoran di tempat penyembelihan,” kata Ketua PWNU DKI Jakarta, Samsul Ma’arif, saat menyaksikan pemotongan hewan kurban di kantor Perumda Dharma Jaya, Jakarta Timur, dikutip dari Media Indonesia, Kamis, 28 Mei 2026.
 


Samsul menjelaskan, pada Iduladha tahun ini PWNU DKI Jakarta menerima amanah sekitar 13 ekor sapi kurban berukuran jumbo dari sejumlah tokoh nasional. Di antaranya berasal dari Presiden Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta, Kapolda Metro Jaya, hingga Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid.

Pemanfaatan RPH modern ini diakui Samsul sebagai pengalaman perdana bagi jajaran pengurus PWNU DKI Jakarta, setelah pada tahun-tahun sebelumnya selalu melangsungkan pemotongan secara tradisional dan manual di area terbuka.

“Ke depan Jakarta sebagai kota global harus memiliki tempat penyembelihan hewan yang memang dikhususkan dan terstandarisasi. Jadi penyembelihan tidak lagi dilakukan sembarangan,” tutur Samsul.

Dia mengatakan jaminan mutu fasilitas yang menerapkan prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal), kebersihan sistem sanitasi, serta keberadaan Juru Sembelih Halal (Juleha) bersertifikat menjadi alasan utama memilih BUMD pangan ini. Samsul berharap ke depan fasilitas serupa dapat direplikasi di setiap wilayah kota administrasi Jakarta.

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, mengatakan pihaknya menjamin seluruh standar operasional prosedur (SOP) telah lolos uji klinis dari dinas terkait.

“Ini menjadi kebanggaan bagi Dharma Jaya karena mendapat kepercayaan dari PWNU untuk memproses hewan kurbannya di sini. Tentunya kami sudah memiliki standar yang diterima masyarakat dan dinas kesehatan,” tutur Raditya.


Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta resmi memercayakan proses pemotongan belasan hewan kurban Iduladha 1447 Hijriah kepada Perumda Dharma Jaya. Foto: Dok. Perumda Dharma Jaya.

Raditya juga sepakat dengan gagasan pemerataan fasilitas RPH tersertifikasi di seluruh wilayah Jakarta agar tidak bertumpu di satu titik. Aspirasi pengembangan infrastruktur modern ini nantinya akan diteruskan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai bahan pertimbangan kebijakan jangka panjang.

Dalam teknis operasionalnya, Perumda Dharma Jaya menyediakan layanan end-to-end mulai dari penjagalan, pencacahan, pengemasan, hingga persiapan logistik distribusi. Paket daging kurban tersebut selanjutnya diserahkan kembali kepada PWNU DKI Jakarta untuk dibagikan ke masyarakat melalui enam cabang PCNU di lima wilayah kota dan satu kabupaten administrasi.

Merujuk pada data Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, terdapat 744 Juleha yang dikerahkan pada momentum Iduladha kali ini. Hingga H+1 lebaran kurban, kuantitas hewan yang telah diproses di Dharma Jaya telah menembus angka 250 ekor dan diprediksi terus bertambah secara berkala.

“Insyaallah semua dilakukan sesuai syariat dan diawasi langsung dalam proses pemotongannya,” ucap Raditya.

(Fachri Audhia Hafiez)