Ribuan jemaah haji melakukan prosesi melontar Jumrah di Jamarat, Mina, Mekkah--MI/ADAM DWI
Tata Cara Lempar Jumrah saat Haji, Lengkap dengan Urutan dan Bacaannya
Putri Purnama Sari • 28 May 2026 14:01
Jakarta: Jutaan jemaah haji dari berbagai negara saat ini tengah melaksanakan lempar jumrah. Prosesi ini menjadi rangkaian ibadah Hari Tasrik yang berlangsung hingga 13 Zulhijah.
Lempar jumrah menjadi salah satu rangkaian penting dalam ibadah haji yang dilakukan oleh umat Islam di Mina, Arab Saudi. Ibadah ini bukan hanya sekadar melempar batu kerikil, tetapi juga memiliki makna spiritual mendalam sebagai simbol perlawanan terhadap godaan setan dan hawa nafsu.
Agar pelaksanaannya sah dan sesuai tuntunan syariat, jemaah haji perlu memahami tata cara lempar jumrah dengan benar, mulai dari urutan, jumlah lemparan, hingga bacaan yang dianjurkan.
Pengertian Lempar Jumrah
Lempar jumrah adalah ritual melempar batu kerikil ke tiga lokasi jumrah yang berada di kawasan Mina. Ketiga jumrah tersebut meliputi:
- Jumrah Ula
- Jumrah Wustha
- Jumrah Aqabah
Ritual ini dilakukan untuk mengenang peristiwa ketika Nabi Ibrahim AS melempar setan yang berusaha menggoda beliau saat menjalankan perintah Allah SWT.
Baca Juga :
Tata Cara Lempar Jumrah yang Benar
Berikut tata cara lempar jumrah sesuai sunah yang perlu diketahui jemaah haji:
1. Niat karena Allah SWT
Sebelum memulai lempar jumrah, jemaah dianjurkan menanamkan niat dalam hati untuk melaksanakan ibadah semata-mata karena Allah SWT.
2. Menyiapkan Batu Kerikil
Jemaah perlu menyiapkan tujuh batu kerikil kecil untuk setiap jumrah. Batu yang digunakan sebaiknya berukuran kecil agar mudah dilempar.
3. Berdiri Menghadap Jumrah
Posisikan diri menghadap ke arah jumrah dengan jarak yang aman dan tidak terlalu jauh agar lemparan tepat sasaran.
4. Melempar Satu per Satu
Batu dilempar satu per satu sambil membaca takbir:
“Bismillahi Allahu Akbar”
Artinya: “Dengan nama Allah, Allah Maha Besar.”
Setiap jumrah dilempar sebanyak tujuh kali dan tidak diperbolehkan melempar seluruh batu sekaligus.
Urutan Lempar Jumrah pada Hari Tasyrik
Pada tanggal 11 hingga 13 Zulhijah, urutan lempar jumrah dilakukan sebagai berikut:
- Jumrah Ula
- Jumrah Wustha
- Jumrah Aqabah
Setelah melempar Jumrah Ula dan Jumrah Wustha, jemaah dianjurkan berhenti sejenak untuk berdoa sambil menghadap kiblat.
Waktu Pelaksanaan Lempar Jumrah
Lempar jumrah dilakukan pada hari-hari tasyrik, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah. Ibadah ini termasuk salah satu wajib haji yang harus dilakukan secara langsung oleh jemaah.
Usai melaksanakan lempar jumrah, jemaah biasanya melanjutkan dengan tahalul, yaitu memotong atau mencukur rambut sebagai tanda selesainya sebagian rangkaian ibadah haji.
Makna Spiritual Lempar Jumrah
Selain menjadi bagian dari syariat haji, lempar jumrah juga mengandung pesan spiritual bagi umat Islam. Ritual ini mengajarkan pentingnya melawan hawa nafsu, menjaga keimanan, serta meneladani keteguhan Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Oleh karena itu, jemaah diimbau menjalankan lempar jumrah dengan tertib, khusyuk, dan mengikuti aturan yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama.