DPR Dorong Kontrak Jangka Panjang untuk Penyedia Katering Pemondokan Haji

Komisi VIII DPR RI menunjau dapur catering haji di Solo.

DPR Dorong Kontrak Jangka Panjang untuk Penyedia Katering Pemondokan Haji

Triawati Prihatsari • 23 April 2026 22:57

Solo: Komisi VIII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke dapur katering layanan haji di Solo, PT Halalan Thoyyiban (PT Hati), pada Kamis, 23 April 2026. Dalam kesempatan tersebut, Komisi VIII DPR RI mendorong penerapan skema kontrak jangka panjang dalam layanan tersebut untuk peningkatan kualitas.

"Dalam penyelenggaraan haji ke depan, kita akan lebih mengutamakan pelayanan yang lebih baik dengan harga yang lebih murah. Mau tidak mau dilakukan melalui kontrak jangka panjang 5 sampai 10 tahun, baik itu pemondokan sampai katering," ungkap Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Abdul Wachid, di Solo, Kamis, 23 April 2026.

Menurutnya, skema tersebut saat ini tengah dimatangkan dalam regulasi baru bersama pemerintah dan pemangku kepentingan terkait, termasuk Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH). Kontrak panjang dengan durasi lima hingga sepuluh tahun diharapkan agar pelayanan haji dapat lebih efisien dan terukur.

Ia menambahkan, penyelenggaraan haji tahun-tahun sebelumnya banyak jemaah haji yang kurang menikmati makanan karena didominasi cita rasa India dan Pakistan. Kondisi itu berdampak pada makanan yang terbuang dalam jumlah yang tidak sedikit.
 


"Alhamdulillah sekarang sudah ada rasa Indonesia yang benar-benar terasa. Ini sangat penting karena dulu banyak makanan tidak dimakan oleh jemaah," beber Wachid.

Di sisi lain, Owner PT Hati, Puspo Wardoyo, mengatakan perusahaannya memasok sebanyak 2 juta paket makanan untuk katering haji tahun ini. Pihaknya mengutamakan masakan Nusantara untuk catering haji. Beberapa menu yang disajikan antara lain semur, opor ayam, rendang, gulai, tongseng, rica-rica, hingga menu khas Bali.

"Untuk menu haji tahun ini ditingkatkan lagi jika dibanding tahun lalu. Misalnya dengan penambahan telur, daging, untuk menambah proteinnya," ungkap Puspo.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)