Cuaca panas di Indralaya, Sumatera Selatan, Rabu (3/6/2026). ANTARA/M Imam Pramana
Sumsel Mulai Masuki Musim Kemarau, Suhu Siang Bisa Tembus 34 Derajat Celsius
Lukman Diah Sari • 3 June 2026 14:08
Palembang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi guyuran hujan di wilayah Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) semakin menurun dalam sepekan ke depan, seiring masuknya awal musim kemarau.
Kepala Unit Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sinta Andayani, mengatakan kondisi cuaca di Sumsel saat ini umumnya didominasi cerah hingga berawan. Menurut Sinta, penurunan intensitas hujan ini dipicu oleh mulai aktifnya Monsun Australia yang bertiup melewati wilayah Indonesia.
"Monsun Australia yang mulai aktif menyebabkan kandungan uap air di atmosfer menjadi sangat minim. Selain itu, faktor dinamika atmosfer saat ini kurang berpengaruh terhadap proses pembentukan awan hujan," kata Sinta melansir Antara, Rabu, 8 Juni 2026.
Suhu Udara Mencapai 34 Derajat Celsius
Ia menjelaskan, secara klimatologis wilayah Sumatera Selatan kini memang telah resmi memasuki awal musim kemarau. Menurun dia, potensi hujan ini berkorelasi langsung dengan berkurangnya tutupan awan.
Ilustrasi. freepi
Kondisi tersebut mengakibatkan lonjakan suhu udara yang disertai dengan menurunnya kelembapan udara secara signifikan.
"Suhu udara maksimum di siang hari sekarang bisa mencapai 33 hingga 34 derajat Celsius. Cuaca yang panas dan terik ini tentu terasa kurang nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas," ujar Sinta.
Menyikapi perubahan cuaca ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk segera beradaptasi dengan kondisi cuaca panas, di antaranya dengan melindungi diri menggunakan tabir surya atau payung ketika beraktivitas di luar ruangan, serta menjaga kondisi kesehatan tubuh di tengah cuaca kering.
Baca Juga :
"Kami meminta masyarakat dan pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan tinggi terhadap peningkatan potensi kebakaran lahan dan hutan (karhutla), serta ancaman bahaya kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk," jelas dia.