Menkes Sebut Pasien Hantavirus di RSPI Sulianti Saroso Sudah Pulang

Ilustrasi Medcom.id

Menkes Sebut Pasien Hantavirus di RSPI Sulianti Saroso Sudah Pulang

Achmad Zulfikar Fazli • 2 June 2026 12:18

Jakarta: Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengonfirmasi pasien Hantavirus yang dirawat di Rumah Sakit Pusat Infeksius (RSPI) Sulianti Saroso sudah pulang. Tidak ditemukan adanya penularan Hantavirus.

"Jadi itu memang orang yang teridentifikasi pernah di kapal. Kita di-warning dari Pemerintah Inggris bahwa ada satu orang Inggris yang datang ke Indonesia karena bekerja," kata Menkes Budi Gunadi di Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa, 2 Juni 2026.

Menkes mengatakan begitu mengetahui informasi tersebut, pasien sudah diisolasi di RSPI Sulianti Saroso. Setelah diidentifikasi, ternyata tidak ada penularan.

"Kontak tracing-nya sudah dilihat dan semuanya juga sudah dicek gak ada," kata Menkes Budi Gunadi.

Dia menjelaskan Hantavirus sudah ada dari awal 2000-an dan sudah dilakukan uji seroprevalensi, yakni tes pada sebuah populasi untuk mengetahui jumlah individu yang memiliki antibodi spesifik pada serum darahnya.

"Sudah pernah diuji seroprevalensi survei kayak dulu covid, di daerah-daerah seperti Bali 16 persen, sudah punya antibodi. Daerah-daerah Surabaya, Jakarta, sudah 13 persen. Jadi memang ini bukan virus baru. Sudah ada dulu di Indonesia dan alhamdulillah, fatality rate-nya sih sangat rendah," kata Menkes.

Ilustrasi hantavirus. Foto: Antara.

Baca Juga: 

4 ABK di Jakbar yang Sempat Jadi Suspek Hantavirus Dipastikan Negatif

Pada Jumat, 22 Mei 2026, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan perkembangan terbaru terkait wabah Hantavirus di atas sebuah kapal pesiar, dengan jumlah kasus yang dilaporkan meningkat menjadi 12. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan Belanda telah mengonfirmasi satu kasus tambahan yang melibatkan seorang awak kapal yang turun di Tenerife, Spanyol, kemudian dipulangkan ke Belanda, dan sejak saat itu telah menjalani isolasi.

Saat ini terdapat 12 kasus yang dilaporkan dan tiga kematian dilaporkan. Tidak ada kematian baru yang dilaporkan sejak 2 Mei 2026, ketika wabah pertama kali dilaporkan ke WHO.

"Kami terus mendesak negara-negara yang terdampak untuk memantau seluruh penumpang dan awak kapal dengan cermat selama sisa periode karantina," kata Tedros.

Lebih dari 600 kontak terus dipantau di 30 negara. Sejumlah kontak berisiko tinggi masih dalam proses pelacakan.

(Achmad Zulfikar Fazli)