Militer Kuwait Respons Ancaman Rudal dan Drone di Wilayah Udara

Kuwait mendeteksi sejumlah drone bermusuhan di wilayah udaranya di tengah meningkatnya ketegangan Iran-AS. (Anadolu Agency)

Militer Kuwait Respons Ancaman Rudal dan Drone di Wilayah Udara

Willy Haryono • 3 June 2026 15:55

Kuwait City: Staf Umum Angkatan Bersenjata Kuwait mengumumkan sistem pertahanan udara negara itu sedang merespons ancaman rudal dan drone yang memasuki wilayah udara Kuwait pada Selasa malam, 2 Juni 2026.

Dalam pernyataan resminya, militer Kuwait mengatakan sistem pertahanan udara dikerahkan untuk mencegat rudal dan drone yang disebut sebagai ancaman dari pihak musuh.

Operasi tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan dan melindungi wilayah Kuwait. Hingga kini, pihak militer belum menjelaskan jumlah rudal maupun drone yang terlibat dalam insiden tersebut.

Identitas pihak yang melancarkan serangan juga belum diungkapkan secara resmi.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Kuwait menyatakan suara ledakan yang terdengar di sejumlah wilayah berasal dari proses pencegatan sistem pertahanan udara.

Militer menegaskan ledakan tersebut bukan akibat serangan yang mencapai target di darat. “Operasi pertahanan udara masih berlangsung,” demikian pernyataan militer Kuwait.

Aparat keamanan disebut terus melakukan pemantauan terhadap ancaman yang masuk ke wilayah udara negara itu. Sampai saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat insiden tersebut.

Otoritas Kuwait juga belum memberikan informasi tambahan terkait perkembangan situasi maupun hasil akhir operasi pencegatan.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan keamanan kawasan Timur Tengah dalam beberapa bulan terakhir. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Bandara Internasional Kuwait Dihantam Drone Iran, Picu Kerusakan Signifikan

(Willy Haryono)