Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P Roeslani. Foto: BPMI Setpres-Cahyo.
Rosan Tekankan Kolaborasi Riset dan Industri untuk Percepat Hilirisasi
Husen Miftahudin • 28 June 2026 18:55
Jakarta: Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia riset dan industri untuk mempercepat hilirisasi yang mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Menurut Rosan, investasi dan hilirisasi tidak hanya bertujuan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun industri nasional yang produktif, transparan, kompetitif, serta memberi manfaat bagi kesejahteraan pekerja. Ia menilai arah kebijakan hilirisasi Indonesia harus mampu membangun ekosistem industri yang berkelanjutan.
Rosan menjelaskan investasi yang masuk tidak cukup diukur dari besarnya modal, melainkan dari dampaknya terhadap penciptaan lapangan kerja berkualitas, peningkatan produktivitas nasional, penguatan penguasaan teknologi, dan nilai tambah ekonomi.
"Kami meyakini keberadaan bapak, ibu, mahasiswa, dan mahasiswi di universitas, terutama dalam bidang riset dan pengembangan, memberikan kontribusi yang sangat positif. Karena itu, yang perlu dipikirkan adalah kolaborasi ke depan agar hasil positif dari investasi dan hilirisasi dapat diimplementasikan ke industri dan menghasilkan manfaat besar," kata Rosan saat memberikan keynote speech dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2026 di Jakarta, dikutip dari Antara, Minggu, 28 Juni 2026.
Rosan mengungkapkan kebijakan hilirisasi mulai menunjukkan hasil positif. Sepanjang 2025, realisasi investasi Indonesia mencapai Rp1.931,2 triliun atau tumbuh 12,7 persen secara tahunan. Capaian tersebut juga melampaui target pemerintah dengan realisasi sebesar 101,3 persen.
Selain itu, investasi tersebut berhasil menyerap lebih dari 2,7 juta tenaga kerja langsung, meningkat 10,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
| Baca juga: Brian Yuliarto: Presiden Instruksikan Siapkan SDM untuk Percepatan Hilirisasi |

(Ilustrasi. Foto: dok MI)
Super Tax Deduction perkuat ekosistem inovasi
Menurut Rosan, keterhubungan antara riset dan kebutuhan industri menjadi faktor penting dalam membangun industri nasional yang sehat dan berkelanjutan.
"Riset yang terhubung dengan industri menjadi salah satu faktor penting dalam membangun industri yang sehat dan berkelanjutan. Kepastian regulasi, tata kelola yang baik, serta kemudahan berusaha akan meningkatkan kepercayaan investor sekaligus menciptakan persaingan usaha yang adil," jelas dia.
Untuk memperkuat ekosistem inovasi nasional, pemerintah telah menyiapkan insentif super tax deduction hingga 300 persen bagi kegiatan riset dan pengembangan, serta hingga 200 persen untuk kegiatan pendidikan dan pelatihan.
Rosan menambahkan penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi bagian penting dari agenda hilirisasi nasional.
Ia menilai pembangunan industri harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan, penguatan riset, peningkatan keterampilan, keselamatan kerja, serta hubungan industrial yang harmonis.