Pemerintah Targetkan Seluruh Rumah Tangga di Indonesia Teraliri Listrik 2029

Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Pemerintah Targetkan Seluruh Rumah Tangga di Indonesia Teraliri Listrik 2029

Husen Miftahudin • 24 September 2026 13:35

Kota Palu: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan rasio elektrifikasi rumah tangga di seluruh Indonesia mencapai 100 persen pada 2029. Pemerintah mempercepat program Listrik Perdesaan (Lisdes) untuk memperluas akses listrik, termasuk ke wilayah terpencil.

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ahmad Amiruddin mengatakan pemerintah menargetkan seluruh rumah tangga memperoleh akses listrik dalam tiga tahun mendatang.

"Jadi kita punya target cukup besar, untuk desa berlistrik rasionya sampai 100 persen dalam waktu cepat, dan seluruh rumah tangga ditargetkan pada 2029 sudah 100 persen," kata Ahmad dalam kegiatan sinkronisasi usulan program listrik pedesaan di Kota Palu, dikutip dari Antara, Kamis, 24 September 2026.

Adapun, hingga triwulan II-2026, rasio elektrifikasi nasional tercatat mencapai 99,85 persen. Sementara itu, rasio pelanggan yang mendapatkan layanan listrik langsung dari PT PLN (Persero) berada di angka 98,61 persen. "Sementara untuk pelanggan yang terlayani langsung oleh PT PLN (Persero) berada di angka 98,61 persen," ucap dia.

Pemerintah terus menjalankan program Listrik Perdesaan untuk menutup kesenjangan akses listrik, terutama di wilayah yang belum terjangkau jaringan kelistrikan.
 

 

Elektrifikasi Sulawesi Tengah capai 99,27%


Untuk Sulawesi Tengah, rasio elektrifikasi hingga triwulan II-2026 mencapai 99,27 persen. Adapun rasio desa berlistrik di provinsi tersebut tercatat 96,579 persen.

"Di Sulawesi Tengah masih ada gap yang menjadi tantangan kita bersama untuk diselesaikan segera," sebut Ahmad.

Menurut dia, dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat pelaksanaan program listrik perdesaan di Sulawesi Tengah.

"Tentunya dukungan kepala daerah sangat vital mengingat tantangan distribusi listrik di desa-desa tersisa semakin tinggi, terutama terkait akses geografis, perizinan kawasan, hingga pendekatan sosial masyarakat," kata dia.


Kementerian ESDM: Stok Energi Aman, Tapi Bukan Berarti Habis dalam 3-4 Minggu!

(Ilustrasi Gedung Kementerian ESDM. Foto: dok Kementerian ESDM)
 

Pakai PLTS di wilayah terpencil


Untuk memperluas akses listrik, pemerintah menyiapkan sejumlah metode sesuai kondisi wilayah. Salah satunya melalui perluasan jaringan distribusi untuk daerah yang berada dekat dengan jaringan listrik eksisting.

Sementara untuk wilayah kepulauan dan pegunungan yang sulit dijangkau jaringan darat, pemerintah menggunakan pembangkit listrik berbasis energi surya.

"Metode lainnya dengan memanfaatkan pembangunan mini grid Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal maupun PLTS individual bagi daerah kepulauan atau pegunungan terpencil yang sulit dijangkau jaringan darat," ujar dia.

Ahmad berharap sinergi pemerintah pusat, PLN, dan pemerintah daerah di Sulawesi Tengah terus diperkuat agar pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dapat diselesaikan sesuai target.

Selain memperluas jaringan, pemerintah juga menyediakan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi masyarakat kurang mampu yang tinggal di wilayah berlistrik, tetapi belum mampu membayar biaya penyambungan.

"Bagi masyarakat kurang mampu yang berada di daerah berlistrik namun belum sanggup membayar biaya penyambungan, pemerintah menyediakan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari APBN," tutur dia.

(Husen Miftahudin)