Kapal induk Indonesia KRI Sriwijaya-100. (Dok. Dispenal TNI)
Daftar 15 Negara yang Memiliki Kapal Induk pada 2026, Indonesia Termasuk
Riza Aslam Khaeron • 24 September 2026 22:31
Jakarta: Kapal bekas ITS Giuseppe Garibaldi hasil hibah Italia yang berganti nama menjadi KRI Sriwijaya-100 resmi memperkuat jajaran TNI Angkatan Laut pada Kamis, 24 September 2026.
Masuknya KRI Sriwijaya-100 setelah prosesi alih bendera dari Italia ke bendera Merah Putih di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menandai sejarah baru di mana Indonesia resmi bergabung dalam daftar eksklusif negara pemilik kapal induk di dunia.
Di era perang modern, superioritas udara menjadi salah satu faktor kunci dalam pertempuran, yang sudah kita saksikan selama perang yang berlangsung baru-baru ini di Timur Tengah. Oleh karena itu, kehadiran kapal induk dalam suatu militer cukup penting karena memungkinkan sebuah negara memproyeksikan kekuatan tempur udaranya ke berbagai kawasan.
Sebagai contoh, sebagai pemilik aset militer dan kapal induk tersebut Amerika Serikat (AS) dapat mengerahkan armada udara yang mengangkut puluhan jet tempur ke Iran di Timur Tengah, lebih dari 11 ribu kilometer dari Benua Amerika Utara, yang kemudian mereka gunakan untuk melancarkan operasi militer yang menewaskan Pemimpin Agung Ali Khamenei dan memicu konflik yang masih berlangsung hingga saat ini.
Dengan beroperasinya KRI Sriwijaya-100, Indonesia kini masuk ke dalam kelompok langka tersebut. Dari sekitar 195 negara di dunia yang diakui secara internasional, hanya ada 15 negara yang memiliki dan mengoperasikan kapal induk atau kapal berkonfigurasi kapal induk. Berikut daftar lengkapnya:
1. Amerika Serikat
AS merupakan negara dengan armada kapal induk terbesar di dunia. Angkatan Laut AS mengoperasikan sekitar 11 kapal induk bertenaga nuklir, yang terdiri dari kelas Nimitz serta kapal induk terbesar di dunia kelas Gerald R. Ford.Beberapa di antaranya adalah USS Gerald R. Ford, USS George Washington, USS Ronald Reagan, USS Abraham Lincoln, hingga USS Nimitz. Kapal-kapal tersebut mampu mengangkut puluhan jet tempur dan pesawat pendukung seperti F/A-18E/F Super Hornet, F-35C Lightning II, EA-18G Growler, dan E-2D Hawkeye.
2. Tiongkok
Tiongkok saat ini mengoperasikan tiga kapal induk, yaitu Liaoning, Shandong, dan Fujian.Fujian menjadi kapal paling canggih di antara ketiganya karena sudah dilengkapi sistem ketapel elektromagnetik (CATOBAR) untuk meluncurkan pesawat. Teknologi ini memungkinkan Tiongkok mengoperasikan pesawat tempur J-15T, jet siluman J-35, serta pesawat peringatan dini KJ-600.
3. India
India memiliki dua kapal induk utama, yaitu INS Vikramaditya dan INS Vikrant.INS Vikrant menjadi kapal induk pertama yang dibangun secara mandiri oleh industri dalam negeri India dan resmi bertugas sejak 2022. Kapal ini sanggup membawa sekitar 30 pesawat dan helikopter, termasuk jet tempur MiG-29K dan helikopter MH-60R. Kedua kapal induk tersebut aktif menjalankan tugas operasional Angkatan Laut India.
.jpg)
Kapal induk AS, USS Gerald R. Ford. (Dok. U.S. Strategic Command)
4. Inggris
Angkatan Laut Kerajaan Inggris (Royal Navy) mengoperasikan dua kapal induk kelas Queen Elizabeth, yaitu HMS Queen Elizabeth dan HMS Prince of Wales.Masing-masing memiliki bobot sekitar 65.000 ton dan panjang 284 meter. Kapal perang terbesar yang pernah dibangun untuk Angkatan Laut Inggris ini dirancang khusus untuk mengoperasikan jet tempur F-35B dengan kemampuan lepas landas jarak pendek dan mendarat secara vertikal (STOVL).
5. Jepang
Jepang memiliki dua kapal kelas Izumo yang dimodifikasi menjadi platform pengoperasian pesawat F-35B, yakni JS Izumo dan JS Kaga.Secara resmi, Jepang mengategorikan keduanya sebagai kapal perusak (destroyer). Namun, modifikasi pada dek penerbangan memungkinkan kedua kapal melakukan operasi penerbangan jet tempur STOVL. JS Kaga telah menyelesaikan serangkaian uji coba lepas landas dan pendaratan vertikal pesawat F-35B.
6. Prancis
Prancis mengoperasikan Charles de Gaulle, satu-satunya kapal induk bertenaga nuklir yang beroperasi di luar AS.Kapal ini menjadi pimpinan komando dari Carrier Strike Group Angkatan Laut Prancis dan mampu mengangkut hingga 40 armada udara, termasuk jet tempur Rafale Marine dan pesawat peringatan dini E-2C Hawkeye.
7. Italia
Setelah menyerahkan ITS Giuseppe Garibaldi kepada Indonesia, Italia mengandalkan ITS Cavour sebagai kapal induk utamanya.ITS Cavour memiliki bobot sekitar 27.100 ton dengan panjang 244 meter dan telah tersertifikasi penuh untuk mengoperasikan jet tempur F-35B. Selain itu, Italia mengoperasikan ITS Trieste yang secara resmi dikategorikan sebagai kapal serbu amfibi (LHD).
8. Spanyol
Spanyol mengoperasikan Juan Carlos I, kapal perang multiguna yang memiliki kemampuan penuh menjalankan misi sebagai kapal induk.Angkatan Laut Spanyol mencatat kapal berbobot 26.000 ton ini sanggup membawa sekitar 10 hingga 12 pesawat F-35B atau AV-8B+ Harrier ketika dikonfigurasikan sebagai kapal induk, didukung oleh sejumlah helikopter operasional.
Baca Juga :
Spesifikasi KRI Sriwijaya-100, Eks Kapal Garibaldi Italia yang Kini Perkuat TNI AL
9. Thailand
Thailand mengoperasikan HTMS Chakri Naruebet, kapal induk ringan yang mulai berdinas sejak tahun 1997 dan menjadi satu-satunya milik Angkatan Laut Kerajaan Thailand.Kapal buatan Spanyol ini dulunya mengoperasikan jet tempur AV-8S Matador. Setelah armada jet tersebut dipensiunkan, HTMS Chakri Naruebet kini lebih difokuskan untuk operasi helikopter, dukungan logistik, transportasi militer, dan misi bantuan bencana alam.
10. Rusia
Rusia secara inventaris masih memiliki kapal induk Admiral Kuznetsov. Namun, statusnya berbeda dibandingkan kapal induk negara lain.Kapal ini sudah tidak beroperasi aktif selama bertahun-tahun akibat proses perbaikan panjang dan tidak terlibat sama sekali dalam invasi Rusia ke Ukraina sejak 2022. Dengan dihentikannya proses perbaikan pada pertengahan 2025, masa depan Admiral Kuznetsov belum pasti, meski secara administratif masih tercatat dalam inventaris militer Rusia.
Artinya, Rusia masih memiliki kapal induk secara inventaris, tetapi tidak memiliki kapal induk yang siap menjalankan operasi reguler seperti AS, Tiongkok, Inggris, India, atau Prancis.
11. Turki
Turki mengoperasikan TCG Anadolu, kapal serbu amfibi dengan dek penerbangan penuh.Setelah tidak lagi terlibat dalam program pengadaan jet F-35, Turki mengalihfungsikan TCG Anadolu menjadi platform utama pengoperasian helikopter dan pesawat nirawak (drone), termasuk drone tempur Bayraktar TB3.
12. Mesir
Mesir memiliki dua kapal kelas Mistral yang dibeli dari Prancis, yaitu ENS Gamal Abdel Nasser dan ENS Anwar El Sadat.Keduanya merupakan kapal serbu amfibi (LHD) dengan dek penerbangan luas untuk mengoperasikan berbagai helikopter tempur dan angkut. Meskipun tidak mengoperasikan pesawat sayap tetap, Mesir dimasukkan dalam daftar pemilik kapal induk berdasarkan kriteria luas cakupan fungsi LHD.
13. Australia
Australia mengoperasikan dua kapal kelas Canberra, yaitu HMAS Canberra dan HMAS Adelaide.Secara desain, kedua kapal ini memiliki kemiripan dengan Juan Carlos I milik Spanyol. Australia tidak mengoperasikan jet tempur dari kapal ini, melainkan memanfaatkannya untuk helikopter, dukungan operasi amfibi, pengangkutan pasukan, dan misi kemanusiaan.
14. Korea Selatan
Korea Selatan mempunyai dua kapal kelas Dokdo, yakni ROKS Dokdo dan ROKS Marado.Kapal yang diklasifikasikan sebagai Landing Platform Helicopter (LPH) ini digunakan untuk membawa armada helikopter serta mendukung pendaratan amfibi. Karena memiliki dek penerbangan terbuka yang luas, kapal kelas Dokdo kerap dimasukkan dalam kualifikasi kapal induk secara umum.
15. Indonesia
Indonesia menjadi anggota terbaru dalam daftar ini melalui KRI Sriwijaya-100.Kapal berukuran panjang sekitar 180 meter, lebar 33 meter, dan bobot penuh 13.850 ton ini mampu melaju hingga kecepatan maksimum 30 knot. KRI Sriwijaya-100 dilengkapi dek penerbangan yang secara teknis mampu digunakan untuk pendaratan dan lepas landas helikopter maupun pesawat tempur STOVL.
Untuk saat ini, TNI AL menyatakan akan mengoptimalkan penggunaan kapal untuk armada helikopter dan drone. Namun, tidak menutup kemungkinan di masa depan Indonesia akan mengoperasikan jet tempur STOVL.
"Ya harapannya sih seperti itu. Kalau Angkatan Laut maunya seperti itu. Tapi tergantung kondisi anggaran dan lain-lain ya," kata Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali pada Kamis, mengutip Antara.
Dengan demikian, pada 2026 terdapat 15 negara yang tercatat memiliki atau mengoperasikan kapal berkonfigurasi kapal induk: AS, Tiongkok, India, Inggris, Jepang, Prancis, Italia, Spanyol, Thailand, Rusia, Turki, Mesir, Australia, Korea Selatan, dan Indonesia.