Pimpinan DPR Lepas Bantuan untuk Korban Banjir di Sumatra hingga Aceh

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (kedua dari kiri) di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Dok. Tangkapan Layar.

Pimpinan DPR Lepas Bantuan untuk Korban Banjir di Sumatra hingga Aceh

Achmad Zulfikar Fazli • 30 November 2025 13:26

Jakarta: Para anggota DPR memberikan bantuan untuk korban bencana banjir dan longsor di Sumatra Barat, Sumatra Utara, hingga Aceh. Bantuan itu secara simbolis dilepas oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

"Pada hari ini DPR menyerahkan bantuan untuk Sumatra berupa kargo pesawat yang akan disampaikan kepada saudara-saudara kita yang mengalami musibah, yang pada hari ini dan besok akan diberangkatkan ke Tapanuli Tengah (Sumatra Utara), Padang (Sumatra Barat), dan Aceh," ujar Dasco dalam konferensi persnya di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu, 30 November 2025.
 

Baca Juga: 

Pemerintah Intensifkan Penanganan Banjir Sumatra


Bantuan yang diberikan berisikan berbagai macam kebutuhan pokok hingga kebutuhan pribadi lainnya. Di antaranya pop mi, biskuit, pembalut, selimut hingga sarung.

"Mudah-mudahan bantuan dari anggota DPR bisa bermanfaat bagi keluarga-keluarga kita yang terkena musibah," ujar Dasco.

Dalam pelepasan bantuan ini turut hadir sejumlah pimpinan DPR dan legislator lainnya. Di antaranya Wakil Ketua DPR Saan Mustopa, Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal, serta beberapa legislator lainnya dari berbagai fraksi.


Para anggota DPR menyerahkan bantuan untuk korban bencana di Sumatra dan Aceh. Dok Tangkapan Layar

Jumlah Korban Bencana di 3 Provinsi

Pada hari ketiga penetapan status tanggap darurat, tercatat korban jiwa di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh mencapai 303 jiwa. Di Sumatra Utara, terdapat 166 korban meninggal dunia dan 103 orang dinyatakan hilang, dengan dampak terparah terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga.

“Sumatra Utara sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia. Dalam satu hari ini bertambah menjadi 60 korban jiwa berkat operasi pencarian dan pertolongan oleh tim," kata Kepala BNPB Letjen Suharyanto, Sabtu, 29 November 2025.

Ribuan warga terpaksa mengungsi akibat kerusakan permukiman dan terputusnya akses transportasi. Jalur nasional Sibolga-Padang Sidempuan dan Sibolga-Tarutung putus total akibat longsor di banyak titik. Beberapa jembatan vital, seperti Jembatan Pandan, juga mengalami kerusakan.

Di Aceh, pada hari kedua status tanggap darurat, korban jiwa mencapai 47 orang, dengan 51 orang masih dinyatakan hilang dan 8 orang luka-luka. Jumlah pengungsi membengkak menjadi 48.887 kepala keluarga.

“Untuk wilayah Aceh ada 47, kemudian 51 masih hilang dan 8 luka-luka. Ini akan berkembang terus datanya, karena ada operasi SAR gabungan yang kemungkinan akan terus menemukan korban,” terang Suharyanto.

Akses utama seperti jalur Banda Aceh–Lhokseumawe dan perbatasan Aceh–Sumut di Aceh Tamiang terputus. Beberapa daerah seperti Gayo Lues dan Aceh Tengah masih belum dapat diakses melalui darat. BNPB mengaktifkan jaringan satelit Starlink untuk komunikasi darurat di wilayah terisolasi.

Di Provinsi Sumatra Barat, dua hari pascapenetapan status darurat, tercatat 90 korban meninggal dunia, 85 orang hilang, dan 10 orang luka-luka. Kabupaten Agam menjadi wilayah dengan korban tertinggi.

“Korban jiwanya ada 90 yang meninggal dunia, 85 hilang dan 10 luka-luka,” jelas Suharyanto.

Sebanyak 11.820 kepala keluarga atau setara dengan 77.918 jiwa tercatat mengungsi, dengan konsentrasi terbesar di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan. Distribusi logistik mulai dilakukan dengan pengawalan kepolisian meski terkendala putusnya sejumlah jalur provinsi dan nasional.

BNPB memastikan seluruh upaya penanganan darurat akan terus dipacu. Koordinasi erat dengan semua pihak dilakukan untuk mempercepat pembukaan akses, pendataan, dan pemenuhan kebutuhan dasar warga di tiga provinsi terdampak bencana.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
Viral!, 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(Achmad Zulfikar Fazli)