Istri Netanyahu Dihadapkan Pada Gugatan Usai Tuduh Oposisi Tahu Serangan 7 Oktober

Pemimpin oposisi Israel, Yair Golan, siap gugat istri Benjamin Netanyahu, Sara Netanyahu. Foto: Anadolu

Istri Netanyahu Dihadapkan Pada Gugatan Usai Tuduh Oposisi Tahu Serangan 7 Oktober

Fajar Nugraha • 2 September 2026 19:24

Tel Aviv: Pemimpin oposisi Israel, Yair Golan memberikan waktu 24 jam kepada istri Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Sara Netanyahu, untuk meminta maaf dan menarik kembali pernyataannya yang seolah mengisyaratkan bahwa Golan telah mengetahui serangan 7 Oktober 2023.

Yair Golan mengancam akan menggugat Sara jika permintaan itu ditolak.

Perselisihan ini bermula setelah Sara Netanyahu mengatakan, kepada Channel 14 pada Senin 31 Agustus 2026, bahwa Golan berada di wilayah dekat Jalur Gaza pada jam-jam awal serangan tersebut.

"Ketika Anda adalah perwira militer berpangkat tinggi seperti ini dan mengklaim bahwa Anda sedang bertempur pada 7 Oktober, berarti Anda sudah berada di sana sejak pagi hari, sudah berpakaian lengkap dan siap sedia," ujar Sara Netanyahu, merujuk pada Golan, seperti dikutip dari Anadolu, Rabu 2 September 2026.

Ia menambahkan bahwa Golan berada di lokasi tersebut "sejak sangat pagi," sementara pihak lain, "termasuk perdana menteri," tidak mengetahui apa yang sedang terjadi.

Golan adalah seorang mayor jenderal cadangan di militer Israel dan pernah menjabat sebagai wakil kepala staf umum dari tahun 2014 hingga 2017. Ia juga pernah menjabat sebagai wakil menteri ekonomi dari tahun 2021 hingga 2022.

Golan mengirimkan peringatan hukum kepada Sara Netanyahu yang menuntut agar ia meminta maaf dan menarik kembali pernyataannya dalam waktu 24 jam.

Jika hal itu tidak dilakukan, ia akan mengajukan gugatan pencemaran nama baik untuk menuntut ganti rugi, katanya.

"Permintaan maaf dalam waktu 24 jam dan kompensasi yang akan disumbangkan kepada para penyintas festival Nova, atau gugatan senilai 2,5 juta shekel (Rp14,5 mliar),” tulis Golan di platform media sosial AS, X.

Ia menyebut pernyataan tersebut sebagai "teori konspirasi palsu," dan menuduh Sara berusaha "mengubah narasi peristiwa 7 Oktober, menjadikan mereka yang turun tangan menyelamatkan nyawa sebagai pengkhianat, dan mereka yang mengabaikan keamanan Israel sebagai korban."

"Kami tidak akan membiarkan mereka menghapus kebenaran dan kepahlawanan para pejuang, sukarelawan, dan warga sipil yang turun tangan saat pemerintah lumpuh," tambahnya.

Golan juga berjanji bahwa jika partainya bergabung dengan pemerintahan mendatang, ia akan "membentuk komisi penyelidikan negara (terkait serangan tersebut), mengungkap kebenaran, dan menemukan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kegagalan itu."

Israel melancarkan genosida di Gaza pada 8 Oktober 2023, sehari setelah kelompok perlawanan Palestina, Hamas, menyerang Israel dalam sebuah operasi lintas batas. Perang tersebut berlangsung selama dua tahun dan menyebabkan kehancuran luas, sementara pelanggaran oleh Israel terus berlanjut meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak 10 Oktober 2025.

Hingga hari Selasa, serangan Israel terhadap Gaza telah menewaskan sekitar 73.462 warga Palestina dan melukai 174.509 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

(Fajar Nugraha)