Gunung Ili Lewotolok Erupsi Lagi, Kolom Abu Mencapai 800 Meter

Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, erupsi. (Metro TV/ Ferdinandus Rabu)

Gunung Ili Lewotolok Erupsi Lagi, Kolom Abu Mencapai 800 Meter

Ferdinandus Rabu • 8 September 2026 08:32

Lembata: Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali erupsi pada Selasa pagi, 8 September 2026. Erupsi terjadi sekitar pukul 06.35 WITA dengan tinggi kolom abu vulkanik mencapai 800 meter di atas puncak gunung.

Data Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ili Lewotolok mencatat kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat. Erupsi terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi sekitar 30 detik.

"Kami laporkan dari pos pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok terhadap perkembangan erupsi pada pagi hingga siang hari ini tercatat tiga kali erupsi," kata Ara Kian, Petugas PPGA Ili Lewotolok di Lembata.


Aktivitas erupsi juga terjadi pada Senin, 7 September 2026. Saat itu, tercatat empat kali erupsi dengan tinggi kolom abu vulkanik sekitar 500 hingga 600 meter di atas puncak.

"Kolom abu kurang lebih 600 meter di atas puncak," ungkap Ara.

Erupsi juga disertai lontaran material pijar serta suara dentuman dan gemuruh dengan intensitas lemah hingga sedang. Material pijar teramati di dalam area kawah dan melontar ke sektor barat daya hingga sekitar 100 meter dari bibir kawah.


Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. (Metro TV/ Ferdinandus Rabu)


Saat ini, Gunung Ili Lewotolok berstatus Level II atau Waspada. Warga dan wisatawan diimbau tidak memasuki atau melakukan aktivitas di dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas gunung.

Masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer pada sektor selatan dan tenggara dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.

(Silvana Febiari)