Ratusan Warga Sukabumi Krisis Air Bersih Akibat Kemarau

Warga Kota Sukabumi, Jawa Barat, menerima bantuan distribusi air bersih. (Metro TV/ Apit Haeruman)

Ratusan Warga Sukabumi Krisis Air Bersih Akibat Kemarau

Apit Haeruman • 30 July 2026 16:44

Sukabumi: Ratusan warga di Kota Sukabumi, Jawa Barat, kesulitan air bersih selama hampir dua bulan terakhir akibat musim kemarau. Sumur warga mulai mengering sehingga warga terpaksa menunggu bantuan distribusi air dari pemerintah dan lembaga terkait.

Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, menjadi salah satu wilayah yang terdampak kekeringan. Kondisi kekeringan sudah berlangsung selama dua bulan.

"Sumur sekarang kering di dalam rumah," ujar Lina Marlina, warga Cikundul, Sukabumi, Kamis, 30 Juli 2026. 
 


Lina pun terpaksa membeli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Ia bahkan harus mengambil air dari sumber yang cukup jauh di wilayah Ciwangun, Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.

Merespons kondisi tersebut, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi Imran Wardhani mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan status siaga bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan sejak 1 Juni 2026.

"Kami menyiagakan armada untuk pendistribusian air dan status siaga darurat kekeringan ini sampai dengan 30 September," ujar Imran.


Petugas PMI Kota Sukabumi menyalurkan air bersih. (Metro TV/ Apit Haeruman)


Hingga saat ini, PMI Kota Sukabumi telah dua kali merespons permohonan suplai darurat air bersih. Distribusi pertama dilakukan di SLB Budi Nurani sebanyak 5.000 liter air, sedangkan distribusi kedua dilakukan di RW 4 dengan jumlah 9.500 liter air untuk 342 kepala keluarga dari tiga RT.

"Untuk RW 4 topografinya paling tinggi sehingga debit air turun," ucapnya.

(Silvana Febiari)