Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Gubernur Bali I Wayan Koster dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Balai Kota, Jakarta. Foto: Metrotvnews/Andika Fauzan.
Temui Pramono, Gubernur Bali Belajar Skema Obligasi dan Creative Financing
Andika Fauzan Azhari • 4 August 2026 15:53
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung menyambangi Balai Kota DKI Jakarta, untuk mempelajari skema pembiayaan kreatif (creative financing) hingga obligasi. Hal ini menyusul arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mencari sumber pendanaan alternatif di luar APBD untuk membiayai percepatan pembangunan infrastruktur daerah.
Dalam kunjungan itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menerima langsung Gubernur Bali I Wayan Koster dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Balai Kota, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.
"Ini kami berdiskusi tentang berbagai hal. Di antaranya tentang creative financing, tentang obligasi, tentang KLB (Koefisien Lantai Bangunan), SP3L, dan macam-macam," kata Pramono usai pertemuan.
Ia menjelaskan, salah satu tantangan besar daerah seperti Kabupaten Badung yang memiliki APBD mencapai Rp13 triliun adalah persoalan kemacetan lalu lintas. Untuk mengatasi kendala tersebut tanpa membebani kas daerah secara instan, dibutuhkan keberanian menerbitkan instrumen keuangan alternatif seperti obligasi daerah sebagaimana yang tengah disiapkan oleh DKI Jakarta.
"Untuk mengembangkan persoalan utama di Badung sekarang ini kemacetan, harus ada yang disebut dengan creative financing. Dan kami berdiskusi tentang hal itu karena Badung pasti bisa seperti Jakarta untuk menerbitkan obligasi daerah," kata Pramono.
Dalam pertemuan itu juga membahas mengenai skema Koefisien Lantai Bangunan (KLB). Pemprov DKI mengusulkan agar Bali dapat menerapkan kompensasi retribusi KLB jika ada pembangunan yang melampaui batas ketinggian aturan kearifan lokal.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Gubernur Bali I Wayan Koster dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Balai Kota, Jakarta. Foto: Metrotvnews/Andika Fauzan.
Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan pertemuan ini menjadi masukan yang baik bagi Pemprov Bali. Menurutnya, skema yang tengah dilakukan oleh Pemprov DKI menjadi angin segar untuk mengejar efisiensi dan percepatan pembangunan infrastruktur pariwisata secara rasional dan terukur.
"Kami audiensi dengan Bapak Gubernur DKI karena kami mendapat arahan dari Bapak Menteri Dalam Negeri untuk studi dengan Bapak Gubernur DKI berkaitan dengan creative financing,” kata Koster.
Ia menegaskan pihaknya menaruh perhatian khusus pada sejumlah skema pemanfaatan tata ruang yang telah berhasil atau tengah dirancang oleh DKI Jakarta. Pihaknya berencana menindaklanjuti hasil pertemuan ini ke tingkat pembentukan tim, agar proses penyesuaian regulasi daerah bisa segera direalisasikan.