Ilustrasi perdagangan saham di BEI. Foto: MI/Usman Iskandar.
IHSG Turun 0,01% ke Level 8.273 di Jumat Pagi
Husen Miftahudin • 20 February 2026 10:23
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami penurunan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat, 20 Februari 2026, IHSG berada di posisi 8.300,222.
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 10.15 WIB, IHSG sempat naik turun hingga tergelincir tipis 0,889 poin setara 0,01 persen ke level 8.273,191.
Adapun sebanyak 377 saham emiten melemah pada perdagangan pagi ini. Sementara, 253 saham lainnya menguat dan 181 saham stagnan.
Untuk sementara, total transaksi yang tercatat hingga pukul 10.15 WIB sebanyak Rp7,883 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 16,704 miliar saham.
| Baca juga: Wall Street Ambruk di Tengah Ketegangan Geopolitik |
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan saham pada IHSG. Foto: Medcom.id)
IHSG berpotensi bergerak sideways
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengungkapkan, IHSG pada perdagangan hari ini berpotensi bergerak mendatar (sideways). "Diperkirakan support IHSG 8.200-8.230 dan resist IHSG 8.300-8.350," ungkap Fanny dalam analisis hariannya.
Adapun IHSG pada perdagangan kemarin (19/2), ditutup turun 0,43 persen, disertai dengan net sell asing sebesar Rp245 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BMRI, INKP, MEDC, dan ADMR.
Sementara itu, Indeks-indeks saham Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis (19/2). Pelemahan tersebut dipicu kekhawatiran investor terhadap sektor kredit swasta serta meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran. Indeks Dow Jones Industrial Average tercatat turun 0,54 persen, S&P 500 melemah 0,28 persen, dan Nasdaq Composite berkurang 0,31 persen.
Di sisi lain, Bursa Saham Asia menguat pada Kamis (19/2), didorong rally saham teknologi di Wall Street, sementara ketegangan AS-Iran menjaga harga minyak tetap tinggi dan mendorong emas sebagai aset safe haven. Perdagangan relatif sepi karena pasar Hong Kong, Tiongkok, dan Taiwan tutup dalam rangka libur Tahun Baru Imlek.
Meskipun demikian, indeks Nikkei Jepang menguat 0,57 persen dan Topix naik 1,18 persen, yang dipimpin kenaikan saham-saham teknologi. Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan melesat 3,1 persen dan S&P/ASX 200 Australia bertambah 0,88 persen.