Wall Street Ambruk di Tengah Ketegangan Geopolitik

Ilustrasi. Foto: dok Xinhua.

Wall Street Ambruk di Tengah Ketegangan Geopolitik

Husen Miftahudin • 20 February 2026 09:14

New York: Saham-saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup lebih rendah pada perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Ini membuat S&P 500 stagnan sepanjang tahun ini, karena investor tetap berhati-hati terhadap meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran dan mencerna serangkaian data ekonomi yang beragam.
 
Mengutip Xinhua, Jumat, 20 Februari 2026, indeks Dow Jones Industrial Average turun 267,5 poin, atau 0,54 persen, menjadi 49.395,16. Indeks S&P 500 merosot 19,42 poin, atau 0,28 persen, menjadi 6.861,89. Indeks Nasdaq Composite turun 70,91 poin, atau 0,31 persen, menjadi 22.682,73.
 
Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir merah, dengan sektor keuangan dan barang konsumsi non-esensial memimpin penurunan dengan masing-masing turun 0,86 persen dan 0,53 persen. Sementara itu, sektor utilitas dan industri memimpin kenaikan dengan masing-masing naik 1,13 persen dan 0,77 persen.
 
Harga minyak mentah melanjutkan kenaikannya di tengah kebuntuan terkait program nuklir Iran, setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran memiliki waktu 10 hingga 15 hari untuk mencapai kesepakatan mengenai program nuklirnya. "Jika tidak, hal-hal yang sangat buruk akan terjadi," sebut Trump.
 

Baca juga: Capai USD1,24 Triliun, Defisit Perdagangan AS 2025 Cetak Rekor Tertinggi


(Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock)
 

Saham Walmart jeblok 1,38%

 
Adapun saham Walmart turun 1,38 persen meskipun melaporkan pertumbuhan penjualan tahun fiskal yang kuat sebesar USD713,2 miliar. Angka tersebut sedikit lebih rendah dari pendapatan tahunan Amazon sebesar USD716,9 miliar, menandai pertama kalinya Amazon melampaui Walmart sebagai perusahaan dengan pendapatan tahunan terbesar.
 
Saham Carvana merosot hampir 8 persen setelah pengecer mobil bekas online tersebut gagal memenuhi perkiraan pada metrik profitabilitas utama dalam laporan triwulanan terbarunya. Saham DoorDash naik 1,62 persen, didukung oleh perkiraan platform pengiriman makanan tersebut pengguna akan menghabiskan lebih banyak uang untuk layanannya pada kuartal ini daripada yang diperkirakan analis.
 
Saham-saham perusahaan teknologi besar diperdagangkan beragam di tengah laporan bahwa OpenAI hampir menyelesaikan putaran pendanaan senilai USD100 miliar. Apple turun hampir 1,5 persen, sementara Nvidia, Alphabet, Microsoft, Meta, Amazon, dan Tesla mencatatkan perubahan yang moderat.
 
AS mencatatkan defisit perdagangan barang sebesar USD1,24 triliun pada 2025, meningkat 2,1 persen dari tahun sebelumnya, menurut data yang dirilis Kamis oleh Biro Analisis Ekonomi AS.
 
Jumlah klaim pengangguran awal di AS untuk pekan yang berakhir pada 14 Februari turun menjadi 206 ribu setelah disesuaikan secara musiman, turun 23 ribu dari pekan sebelumnya.
 
Para pelaku pasar terus memantau perkembangan geopolitik di Timur Tengah dan menunggu data inflasi lebih lanjut, termasuk indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi bulan Desember yang akan dirilis Jumat ini.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)