Pengendara sepeda motor melintasi Jalan Jenderal Soedirman, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (27/8/2025) siang, di tengah guyuran hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. (ANTARA/Sumarwoto)
Hujan Lebat dan Angin Kencang Diprediksi Landa Jabar Sepekan ke Depan
Silvana Febiari • 10 March 2026 20:18
Kota Bandung: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Jawa Barat (Jabar) dalam sepekan ke depan. Kondisi ini dapat disertai petir dan angin kencang.
Kepala BMKG Stasiun Bandung Teguh Rahayu mengatakan potensi hujan dari 9 hingga 15 Maret 2026, dipengaruhi oleh beberapa fenomena dinamika atmosfer. Salah satunya gelombang low frequency memberikan pembentukan terhadap awan hujan.
"Kondisi ini didukung oleh suhu muka laut yang relatif hangat di sekitar perairan Indonesia, yang berperan sebagai sumber suplai uap air ke wilayah Jawa Barat," kata Teguh, dikutip dari Antara, Selasa, 10 Maret 2026.
Oleh karena itu, Teguh meminta masyarakat khususnya di wilayah Jabar untuk tetap waspada. Sebab, kondisi labilitas atmosfer mengindikasikan adanya peluang pertumbuhan awan konvektif pemicu cuaca ekstrem.
Berdasarkan hasil analisis model cuaca global hingga lokal dan data observasi, BMKG menyimpulkan potensi hujan lebat dan angin kencang dapat terjadi dalam durasi singkat pada sejumlah wilayah Jabar.

Ilustrasi cuaca. Foto: Medcom.id.
Pihaknya juga mengeluarkan beberapa rekomendasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah terkait potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan memperbarui informasi cuaca resmi dari BMKG. Pahami potensi bencana di lingkungan sekitar dan segera lakukan langkah pengurangan risiko,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan dalam menghadapi masa peralihan musim kemarau ke musim hujan tahun ini, masyarakat diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, dan kilat yang mungkin terjadi secara tiba-tiba.
“Masyarakat diharapkan mengenali potensi bencana di lingkungannya dan mulai memahami cara mengurangi resiko bencana tersebut, misalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan, bergotong royong menjaga kebersihan dan menata lingkungan sekitar,” jelasnya.