Pembangunan 1.713 Huntara di Gayo Lues Ditargetkan Rampung Total Jelang Lebaran

Hunian sementara (huntara) warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Dokumentasi/ Bakom RI

Pembangunan 1.713 Huntara di Gayo Lues Ditargetkan Rampung Total Jelang Lebaran

Silvana Febiari • 12 March 2026 13:42

Gayo Lues: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.518 hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, telah selesai dibangun hingga Selasa, 10 Maret 2026. Capaian tersebut setara dengan sekitar 88 persen dari target pembangunan 1.713 unit huntara di wilayah tersebut.

Kepala BNPB Letjen Suharyanto berharap seluruh huntara di Gayo Lues segera rampung sehingga warga terdampak bisa segera meninggalkan tenda pengungsian. Dengan demikian, masyarakat dapat merayakan Idulfitri di hunian yang lebih layak.

"Kami pastikan menjelang lebaran tahun 2026, untuk Kabupaten Gayo Lues, sudah tidak ada lagi masyarakat yang ada di tenda," ujar Suharyanto, seperti dikutip dari keterangannya, Kamis, 12 Maret 2026. 
 


Lebih lanjut, ia mengatakan BNPB akan terus mendampingi keluarga yang masih menunggu proses pembangunan huntara. Selama masa tersebut, warga akan ditempatkan di lokasi yang lebih layak, seperti gedung balai latihan kerja milik pemerintah daerah.

“Supaya semua masyarakat yang terdampak di Kabupaten Gayo Lues bisa menikmati, bisa mengikuti perayaan Idulfitri dengan lebih baik dan lebih hikmat,” tambahnya.


Kepala BNPB Letjen Suharyanto mengunjungi salah satu penghuni huntara di Gayo Lues. Dokumentasi/ Bakom RI

Sejak bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir November lalu, pemerintah terus mempercepat proses pemulihan dan rehabilitasi di daerah terdampak. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembangunan huntara dengan konsep hunian komunal agar warga dapat segera berpindah dari tenda pengungsian ke tempat tinggal yang lebih layak.

Salah satu lokasi pembangunan huntara di Gayo Lues berada di Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren. Saat ini, kompleks hunian komunal yang dihuni sekitar 150 kepala keluarga (KK) tersebut telah berdiri dan tersusun rapi dan warga yang mulai kembali menjalani aktivitas sehari-hari.


Kepala BNPB Letjen Suharyanto mengunjungi salah satu penghuni huntara di Gayo Lues. Dokumentasi/ Bakom RI


Selain di Desa Agusen, pembangunan huntara juga dilakukan di Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang. Di lokasi tersebut, sebanyak 133 KK telah menempati kompleks hunian komunal yang dilengkapi fasilitas dasar seperti pasokan air dan listrik. Setiap unit hunian juga dilengkapi kamar mandi dan toilet.

Suharyanto menjelaskan bahwa keluarga yang baru menempati huntara akan menerima bantuan bahan pokok dan kebutuhan nonpangan untuk mencukupi kebutuhan selama 10 hari. Bantuan ini diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sebelum mereka menerima bantuan jaminan hidup dari pemerintah pusat.

“Keluarga yang menempati huntara akan diberikan bantuan oleh BNPB berupa perlengkapan dan makanan selama 10 hari sejak mereka masuk ke huntara,” ujar Suharyanto.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)