Iran Perluas Target Serangan ke Aset dan Kepentingan Ekonomi AS

Iran memperluas daftar target potensial dengan memasukkan aset dan kepentingan ekonomi Amerika Serikat di kawasan. (Anadolu Agency)

Iran Perluas Target Serangan ke Aset dan Kepentingan Ekonomi AS

Muhammad Reyhansyah • 9 March 2026 18:02

Teheran: Iran memperluas daftar target potensialnya dengan memasukkan aset ekonomi Amerika Serikat (AS), menurut laporan media Iran pada Minggu, 8 Maret 2026.

Kantor berita Fars News Agency yang mengutip seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya melaporkan bahwa Teheran telah mengubah strategi penargetannya sehingga tidak lagi hanya berfokus pada lokasi militer AS dan Israel.

Menurut pejabat tersebut, Iran kini memperluas “daftar target” dengan memasukkan “modal dan kepentingan Amerika”.

Mengutip dari Anadolu Agency, Senin, 9 Maret 2026, pejabat itu mengatakan keputusan tersebut diambil setelah adanya perubahan pernyataan dari pejabat Amerika Serikat dan Israel yang, menurutnya, kini mencakup ancaman langsung terhadap rakyat Iran.

Pada Minggu malam, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara yang menargetkan fasilitas penyimpanan minyak di sekitar Tehran.

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan besar pada beberapa fasilitas penyimpanan, termasuk depot minyak Shahran.

Eskalasi konflik di kawasan meningkat sejak Israel dan Amerika Serikat meluncurkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari.

Menurut otoritas Iran, lebih dari 1.200 orang tewas dalam serangan tersebut, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, sementara lebih dari 10.000 orang lainnya terluka.

Sebagai balasan, Teheran meluncurkan serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta beberapa negara di kawasan seperti Iraq, Jordan, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

Baca juga:  Iran Ancam Targetkan Fasilitas Minyak Regional usai Serangan AS–Israel

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)