Iran mengecam serangan AS-Israel yang menargetkan sebagian infrastruktur bahan bakar dan energi Iran serta fasilitas layanan bagi warga sipil. (Anadolu Agency)
Iran Ancam Targetkan Fasilitas Minyak Regional usai Serangan AS–Israel
Muhammad Reyhansyah • 9 March 2026 11:45
Teheran: Kepemimpinan militer Iran mengeluarkan peringatan keras pada Minggu, 8 Maret, dengan mengancam akan menyerang instalasi minyak di seluruh kawasan sebagai tanggapan atas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap infrastruktur energi nasional.
Peringatan disampaikan oleh Khatam al-Anbiya Central Headquarters, komando gabungan angkatan bersenjata Iran melalui Iranian Students News Agency (ISNA), yang meningkatkan ketegangan dalam konflik yang terus memanas.
DIlansir dari Yeni Safak, Senin, 9 Maret 2026, komando tersebut menyebut operasi militer Amerika Serikat dan Israel sebagai “serangan brutal baru” yang menargetkan sebagian infrastruktur bahan bakar dan energi Iran serta fasilitas layanan bagi warga sipil.
Dalam pernyataannya, militer Iran juga menyerukan negara-negara Islam di kawasan untuk menekan Washington dan Israel agar menghentikan serangan terhadap fasilitas minyak.
Menurut mereka, kegagalan melakukan hal tersebut dapat memicu tindakan balasan serupa terhadap fasilitas energi di seluruh kawasan. Pernyataan itu juga memperingatkan bahwa konflik yang meluas bisa menimbulkan dampak ekonomi besar, dengan harga minyak berpotensi melampaui 200 dolar AS per barel.
Serangan udara Israel pada Sabtu yang menargetkan depot penyimpanan minyak dan fasilitas pemurnian di Tehran menandai perluasan signifikan dalam sasaran militer.
Ini merupakan pertama kalinya Israel menyerang infrastruktur energi Iran sejak memulai operasi militer bersama Amerika Serikat pekan lalu.
Serangan tersebut merupakan bagian dari eskalasi yang dimulai pada 28 Februari, ketika serangan gabungan dilaporkan menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, serta melukai lebih dari 10.000 orang menurut otoritas Iran.
Sebagai balasan, Teheran telah melancarkan serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta beberapa negara di kawasan seperti Irak, Yordania, dan sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Ancaman Iran untuk menyerang fasilitas minyak regional menandai eskalasi besar yang berpotensi mengganggu pasokan energi global dan menarik lebih banyak negara ke dalam konflik.
Negara-negara Teluk Arab, yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika sekaligus pusat infrastruktur energi penting, dinilai sangat rentan jika konflik semakin meluas.
Baca juga: Israel Serang Depo Minyak di Teheran, Tandai Eskalasi Baru dengan Iran