Menteri LH Sebut Pelibatan 200 Ribu Jemaat Gereja HKBP Pilah Sampah sebagai Contoh Baik

Menteri LH Mohammad Jumhur Hidayat menghadiri deklarasi pilah sampah yang dilakukan Gereja HKBP Distrik VIII DKI Jakarta. Foto: Metro TV/Afifah.

Menteri LH Sebut Pelibatan 200 Ribu Jemaat Gereja HKBP Pilah Sampah sebagai Contoh Baik

Metro TV • 20 August 2026 14:18

Jakarta: Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Distrik VIII DKI Jakarta menggelar Deklarasi Pilah Sampah. Gerakan pilah sampah nantinya akan melibatkan 82 Gereja HKBP di Jakarta dengan total lebih dari 200 ribu jemaat.

Deklarasi Pilah Sampah yang digagas HKBP ini diapresiasi Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat. Dia menilai Deklarasi Pilah Sampah menjadi contoh baik bagaimana dorongan moral dari institusi agama dapat berperan dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan.

“Saya melihat HKBP ini kan suatu organisasi yang terorganisir dengan baik. Jadi pastinya akan lebih mudah mengeksekusi atau mengimplementasikan kebijakan untuk dilaksanakan di lapangan,” kata Jumhur di Gedung Sopo Marpikir, Jakarta Timur, Kamis, 20 Agustus 2026, Kamis, 20 Agustus 2026.

Jumhur menjelaskan deklarasi tersebut mempermudah langkah Kementerian Lingkungan Hidup mengendalikan sampah. Apalagi, kini sedang menggodok regulasi Extended Producer Responsibility (EPR) yang mengatur kewajiban produsen untuk mengolah sampah mereka. 

“Itu regulasi (EPR) digabungkan dengan moral atau imbauan dari gereja, maka ini akan dahsyat (dampaknya),” kata Jumhur. 

Sementara itu, Pendeta Oloan Nainggolan berharap jemaat HKBP konsisten dalam mengelola sampah mereka. "Saya sungguh-sungguh berdoa dan berharap semua bertanggung jawab atas sampah yang kita hasilkan,” kata Pendeta Oloan.

Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Distrik VIII DKI Jakarta menyelenggarakan deklarasi pilah sampah. Foto: Metro TV/Afifah

Oloan menyebut bahwa sampah tidak seharusnya hanya dibuang. Melainkan, sampah harus dipilah agar dapat diolah dan dimanfaatkan kembali. 

“Jadi tidak ada itu buang sampah, tapi pilahlah sampah. Buang itu konotasinya negatif, tapi pilahlah sampah, sehingga ini menjadi habit kita,” ujar Oloan.

Gerakan memilah sampah ini akan dilakukan baik di lingkungan gereja maupun di rumah jemaat. Sampai saat ini, ada lebih dari 10 Gereja HKBP di DKI Jakarta yang sudah menjadi percontohan untuk gerakan memilah sampah. 

Ke depan, gerakan ini akan dilakukan di Gereja HKBP lainnya yang ada di wilayah Jakarta. 

(Afifah Alfina)

(Anggi Tondi)