IndoSec 2026 Hadirkan Lebih dari 2.000 Pemimpin Keamanan Siber, Didukung BSSN, Komdigi, dan Bakamla

IndoSec 2026 menghadirkan lebih dari 2.000 peserta untuk membahas keamanan siber, perlindungan data, AI, dan ketahanan digital Indonesia. (Dok. Istimewa)

IndoSec 2026 Hadirkan Lebih dari 2.000 Pemimpin Keamanan Siber, Didukung BSSN, Komdigi, dan Bakamla

Duta Erlangga • 19 August 2026 18:08

Jakarta: Serangan siber di Indonesia meningkat signifikan hingga 714 persen di atas rata-rata tahunan periode 2020–2024 pada tahun lalu. Kondisi tersebut mendorong berbagai lembaga keamanan siber nasional memperkuat upaya perlindungan terhadap ekosistem digital Indonesia yang semakin terhubung.

Sejumlah institusi nasional, yakni Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta Badan Keamanan Laut (Bakamla), turut mendukung penyelenggaraan IndoSec 2026 sebagai Supporting Partners.

Sebagai salah satu platform keamanan siber terbesar di Indonesia, konferensi tersebut akan berlangsung selama dua hari pada 15–16 September 2026 di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place.

Selama delapan edisi, Tradepass selaku penyelenggara IndoSec mempertemukan pimpinan industri, pembuat kebijakan, serta penyedia teknologi global dalam satu forum untuk membahas perkembangan keamanan siber di Indonesia.

Memasuki penyelenggaraan edisi kesembilan, IndoSec 2026 akan menghadirkan lebih dari 2.000 peserta yang telah melalui proses seleksi dari lebih dari 700 organisasi publik dan swasta di Indonesia. Acara tersebut juga akan diikuti lebih dari 60 penyedia solusi teknologi.

Forum ini menghadirkan lebih dari 75 pembicara yang membahas berbagai agenda terkait ketahanan siber Indonesia, termasuk pembuat kebijakan, pemimpin sektor pertahanan, dan pimpinan perusahaan.

Sejumlah pembicara yang dijadwalkan hadir antara lain:

  • Rachmad Solik, Direktur Teknologi Informasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan.
  • Muchtarul Huda, Direktur Strategi dan Kebijakan Pengawasan Ruang Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital.
  • Kolonel Adriansyah Putra Harahap, Perwira Senior Teknologi Informasi Bakamla.
  • Arif Ilham Adnan, Ketua Komite Tetap KADIN Jakarta.
  • Rendra Perdana, Chief Information Security Officer/VP Information Security DANA Indonesia.
Agenda IndoSec 2026 akan membahas sejumlah isu utama dalam perkembangan keamanan siber, termasuk penerapan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP), keamanan infrastruktur komputasi awan, serta penguatan sistem respons terhadap insiden siber.
Pembahasan juga mencakup penguatan kemampuan siber untuk mendukung kedaulatan digital, perlindungan infrastruktur kritis dari serangan ransomware, serta tantangan tata kelola teknologi Agentic AI.

Selain konferensi, IndoSec 2026 akan menghadirkan area pameran yang mempertemukan pelaku usaha dengan berbagai penyedia teknologi keamanan siber global.

Sejumlah perusahaan teknologi yang dijadwalkan berpartisipasi antara lain SentinelOne, Sophos, ManageEngine, Ping Identity, Google Cloud Security, CrowdStrike, Thales, Bitdefender, GitLab, Indosat Business, Barracuda, Tenable, Qualys, AhnLab, Veeam, HackerOne, serta sejumlah penyedia solusi keamanan siber lainnya.

Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan IndoSec Awards 2026 pada 16 September mulai pukul 16.00 WIB. Penghargaan tersebut akan diberikan dalam tujuh kategori untuk mengapresiasi berbagai pencapaian di bidang keamanan siber.

Penilaian dilakukan oleh enam anggota dewan juri yang terdiri atas perwakilan regulator dan pelaku industri. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi salah satu tolok ukur bagi kepemimpinan dan inovasi di bidang keamanan siber Indonesia.

“Setiap negara yang mengejar kedaulatan digital membutuhkan sebuah platform yang mempertemukan regulator, pelaku keamanan siber, dan inovator teknologi untuk menyatukan agenda, membahas berbagai tantangan dalam lanskap digital, serta menyusun peta jalan menuju masa depan digital yang lebih aman. Selama delapan tahun berturut-turut, IndoSec menjadi salah satu platform tersebut di Indonesia dengan mempertemukan para pemangku kepentingan utama dalam ekosistem digital untuk mengubah dialog menjadi arah dan ambisi menjadi aksi. Memasuki edisi kesembilan, IndoSec akan melanjutkan kiprahnya dan memperkuat peran dalam perjalanan Indonesia menuju masa depan digital yang aman, tangguh, dan berdaulat,” kata CEO sekaligus Co-Founder Tradepass, Sudhir Jena, dalam keterangannya.

(Rosa Anggreati)