Api di lereng Gunung Merapi diduga dipicu awanpanas. Dokumentasi/BPPTKG
Hutan di Lereng Merapi Kebakaran, Diduga Akibat Awan Panas
Ahmad Mustaqim • 29 August 2026 15:47
Yogyakarta: Kawasan hutan di lereng Gunung Merapi diduga mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kobaran api tersebut diduga kuat berasal dari luncuran awan panas guguran.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Tutut Heri Wibowo, membenarkan situasi tersebut. Ia menyebutkan bahwa api masih sempat terpantau menyala hingga pagi hari.
"Tadi malam dan pagi tadi (masih tampak kebakaran)," kata Tutut Heri pada Sabtu, 29 Agustus 2026.
Baca Juga :
Sementara itu, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dalam laporannya menegaskan bahwa status Gunung Merapi masih berada pada level III atau Siaga. Awan panas guguran masih rawan terjadi hampir setiap pekannya.

Gunung Merapi memuntahkan awan panas guguran pada Jumat malam, 24 Juli 2026.
Terkait informasi yang menyebutkan bahwa titik kebakaran berada di lebih dari satu lokasi, Tutut menyatakan pihaknya masih terus melakukan pemantauan intensif.
"Hasil pantauan kawan di pos karhut Srumbung aman, asap tadi pagi ada namun dari guguran lava panas," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa timnya belum bisa memastikan titik-titik tersebut secara langsung ke lokasi. Area sumber api maupun kepulan asap masih sangat membahayakan keselamatan petugas apabila didekati.
"Kalau didekati juga membahayakan petugas. Sekarang petugas juga masih memantau," pungkas Tutut.