Kejari Bantul Kembalikan Sertifikat Tanah Milik Mbah Tupon

Mbah Tupon dan istrinya menunjukkan sertifikat yang sempat diambil alih mafia tanah. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Kejari Bantul Kembalikan Sertifikat Tanah Milik Mbah Tupon

Ahmad Mustaqim • 10 April 2026 12:47

Bantul: Lahan milik Tupon Hadi Suwarno alias Mbah Tupon kini sudah legal. Warga Dusun Ngentak, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah menerima sertifikat tanahnya yang sempat dirampas mafia tanah. Mbah Tupon menerima dua sertifikat tanah pada Kamis, 9 April 2026.

"Kami mengembalikan barang bukti berupa sertifikat tanah kepada yang berhak, yaitu saksi Tupon Hadi Suwarno," kata Kepala Kejaksaan Negeri Bantul, Kristanti Yuni Purnawanti, di Bantul, Jumat, 10 April 2026.

Pengembalian Sertifikat Hak Milik (SHM) itu dilakukan setelah proses hukum yang menjerat tujuh mafia tanah telah tuntas. Kristanti mengatakan proses hukum kasus mafia tanah telah inkrah atau berkekuatan hukum tetap. Putusan kasasi kasus mafia tanah disebut sudah selesai per 11 Maret 2026.

Kuasa hukum Mbah Tupon, Sukiratnasari, menyatakan bersyukur kliennya sudah memegang SHM tanah yang sempat diambil mafia tanah. Proses panjang sekitar satu tahun harus dilalui Mbah Tupon hingga akhirnya bisa menerima SHM.
 


"Tanpa dukungan banyak pihak, kami merasa ini mustahil bisa kembali ke Mbah Tupon," ujar Sukiratnasari di Bantul, Jumat, 10 April 2026.

Menurut Sukiratnasari, penyelesaian kasus mafia tanah tersebut bisa menjadi contoh penegakan hukum yang berpihak pada korban. Ia berharap aparat tidak menunggu sebuah kasus menjadi viral, sebagaimana yang dialami Mbah Tupon.

"Kami berharap Bantul bisa menjadi contoh penegakan hukum yang baik. Masyarakat yang mengalami hal serupa tidak harus menunggu viral untuk mendapatkan keadilan," kata dia.


Mbah Tupon (baju biru). Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengingatkan warga agar lebih berhati-hati dalam urusan pertanahan. Ia secara spesifik menyebut apabila ada pihak yang menawarkan bantuan dengan janji menggiurkan.

"Jangan mudah percaya. Jangan pernah main-main dengan niat jahat, karena semua pasti akan berakhir dengan penyesalan," ucap Abdul Halim Muslih.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)