Dinkes DKI: Penanganan Cepat, Pasien Keracunan MBG Berangsur Pulih

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati (kanan). Foto: Metro TV/Aris Setya.

Dinkes DKI: Penanganan Cepat, Pasien Keracunan MBG Berangsur Pulih

Aris Setya • 8 April 2026 18:48

Jakarta: Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memastikan kondisi para siswa dan tenaga pendidik yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, terus menunjukkan tren positif. Dari ratusan korban yang sempat dilarikan ke rumah sakit, jumlah pasien yang menjalani rawat inap dilaporkan telah menurun signifikan.

"Hari ini yang dirawat tinggal 37 orang, dari sebelumnya semuanya ada 104. 104 yang akses rumah sakit ya," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 8 April 2026.
 


Ani merinci bahwa sisa pasien tersebut saat ini tersebar di beberapa fasilitas kesehatan, di antaranya tujuh orang di RS Duren Sawit, enam orang di RS Islam Pondok Kopi, dan 19 orang di RS Harum. Sisanya masing-masing satu pasien masih menjalani perawatan di RS UIN Syarif Hidayatullah, RS Polri, RS Budhi Asih, RS Hermina Jatinegara, dan RSUD Tarakan.

Lebih lanjut, Ani menjelaskan bahwa tidak seluruh korban yang mendatangi fasilitas kesehatan harus menjalani rawat inap. Banyak di antara mereka yang diperbolehkan langsung pulang setelah mendapatkan pemeriksaan awal dari tim medis karena gejala yang dialami tidak tergolong berat.

"Dari 104 itu kan enggak semuanya rawat inap, ada yang datang terus boleh pulang gitu. Beberapa dirawat," ucap Ani.


Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati (kanan). Foto: Metro TV/Aris Setya.

Penurunan jumlah pasien yang dirawat ini dinilai sebagai sinyal baik dalam penanganan kasus dugaan keracunan massal tersebut. Ani menyebutkan bahwa data per Rabu pagi menunjukkan progres pemulihan yang sangat cepat dibandingkan hari sebelumnya.

"Yang hari kemarin kan masih 60-an, sampai hari ini jam 8 pagi tadi tinggal 37," tuturnya.

Meski masih ada puluhan pasien di bawah pengawasan medis, Ani menegaskan tidak ada kondisi yang mengkhawatirkan. Ia optimis dalam waktu dekat seluruh siswa dan tenaga pendidik yang terdampak bisa kembali ke rumah masing-masing.

"Pada prinsipnya semuanya tinggal pemulihan saja. Jadi artinya sudah bagus sih, mungkin besok sudah bisa pulang semua," ujar Ani.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)