Ilustrasi. Foto: Freepik.
MSCI Bekukan Rebalancing Indeks, Saham Konglomerat Indonesia 'Berontak'
Husen Miftahudin • 28 January 2026 12:44
Jakarta: Pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai perubahan metodologi penghitungan porsi saham public alias free float di pasar saham domestik menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Rabu, 28 Januari 2026.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dipantau Metrotvnews.com, IHSG sempat tertekan hingga tujuh persen pada awal perdagangan. Kemudian pada pukul 09.57 WIB, terkoreksi 5,28 persen pada posisi 8.506,45.
Tekanan tersebut muncul lantaran MSCI membekukan sementara rebalancing indeks di pasar saham Indonesia, hingga otoritas terkait menemukan menjamin mekanisme free float di Tanah Air. Keputusan MSCI ini berlaku efektif segera dan mencakup seluruh perubahan indeks, baik yang berasal dari peninjauan indeks maupun aksi korporasi.
| Baca juga: Ambruk 4,69% ke Level 8.559, IHSG Hancur Lebur Pagi Ini! |
Saham konglomerat Indonesia ambruk
Imbas dari kabar tersebut, saham emiten yang terafiliasi dengan para taipan di Tanah Air terkoreksi, bahkan beberapa mencatatkan penurunan lebih dari 10 persen.
Berdasarkan pantauan, saham milik Keluarga Bakrie misalnya, kompak tertekan seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terkoreksi 14,53 persen hingga pukul 10.10 WIB, dan kontraktornya PT Darma Henwa Tbk (DEWA) ambles 13,43 persen.
Sementara itu saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), emiten properti yang berafiliasi dengan kelompok Salim dan Agung Sedayu, jeblok sebanyak 14,89 persen.
Dari grup Prajogo Pangestu, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 14,81 persen, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 10,96 persen, PT Petrosea Tbk (PTRO) merosot 14,87 persen, serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terkoreksi 11,84 persen.
Tercatat hanya ada segelintir saham emiten konglomerat yang terkoreksi cukup tipis. Di antaranya saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong turut terkoreksi 0,60 persen.
Saham milik Boy Thohir PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) juga terkoreksi, masing-masing sebesar 2,62 persen dan 2,52 persen.

(Ilustrasi pergerakan saham pada IHSG. Foto: Medcom.id)
Mulai 'berontak'
Sementara itu, saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) berani memberontak. Saham yang dikendalikan oleh konsorsium konglomerat papan atas Indonesia Boy Thohir ini mulai menguat dimana sebelumnya sempat tertekan dan turun ke Rp6.600.
Berdasarkan pantauan hingga pukul 11.10 WIB, saham EMAS menguat ke level Rp6.950. Pada pembukaan perdagangan pagi ini, saham EMAS berada di level Rp6.700.