Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla menerima kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi di kediamannya di Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026). (ANTARA/HO-Tim Media Jusuf Kalla)
Terima Dubes Iran, JK: Presiden Prabowo Siap Jadi Penengah Konflik
Achmad Zulfikar Fazli • 3 March 2026 13:49
Jakarta: Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI, Jusuf Kalla alias JK, menerima kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi di kediamannya, kawasan Jakarta Selatan. Mereka membahas peluang Indonesia menengahi konflik yang terjadi di Iran.
Dalam pertemuan itu, Dubes Iran menyampaikan harapan pemerintahannya atas dukungan umat Islam, khususnya Indonesia. JK mengatakan Presiden Prabowo Subianto siap apabila diminta berperan sebagai penengah dalam konflik tersebut.
"Presiden Prabowo siap untuk menjadi penengah dalam konflik ini. Namun tentu dibutuhkan persetujuan kedua belah pihak. Ini hal yang selalu dipikirkan oleh mereka," kata JK dalam keterangannya, dilansir dari Antara, Selasa, 3 Maret 2026.
JK menegaskan kemungkinan mediasi tersebut masih akan dibicarakan lebih lanjut dengan pemerintah, dan bergantung pada kesediaan semua pihak yang terlibat.
Pertemuan tersebut selain membahas kemungkinan peran Indonesia dalam mendorong penyelesaian konflik, juga membahas perkembangan situasi terkini di Iran. JK menyampaikan Dubes Iran memaparkan kondisi terbaru di negaranya, termasuk perlawanan rakyat serta jatuhnya korban sipil, di antaranya anak sekolah.
"Dalam pembicaraan dan kunjungan Dubes Iran, telah disampaikan situasi terakhir yang terjadi di Iran dan perlawanan rakyat Iran serta korban yang dicapai oleh kebanyakan sipil seperti anak sekolah dan sebagainya," ujar JK.
Dia menyampaikan pada prinsipnya, masyarakat dan Pemerintah Indonesia mendukung upaya perdamaian.
Baca Juga:
Hubungi Iran, Menlu Sugiono Tegaskan RI Siap Mediasi Konflik Timur Tengah |
.jpeg)
Asap mengepul dari lokasi serangan Israel di Iran pada 1 Maret 2026. (Anadolu Agency)
Sebelumnya, Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Pada kesempatan berbeda, Presiden AS Donald Trump menyatakan militer AS telah memulai operasi tempur besar-besaran di Iran.
Salah satu serangan AS dengan Israel berupa tujuh roket yang menghantam Teheran dan dekat dengan kediaman Ayatollah Ali Khamenei. Kemudian, Iran meluncurkan serangan roket terhadap Israel dan sejumlah target lain di Qatar, Uni Emirat Arab hingga Bahrain.
Kementerian Luar Negeri RI mengatakan Presiden Prabowo siap bertolak ke Iran untuk memfasilitasi dialog demi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif.
Pada 1 Maret 2026, pihak pemerintah Iran mengonfirmasi tewasnya Ali Khamenei dan menyatakan masa berkabung 40 hari serta libur kerja selama seminggu.