Jemaah Umrah Asal Kudus Tunggu Kepastian Kepulangan Imbas Konflik Israel-Iran

Calon tamu Allah SWT di Tanah Suci Makkah saat pemberangkatan di Pendopo Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Jemaah Umrah Asal Kudus Tunggu Kepastian Kepulangan Imbas Konflik Israel-Iran

Silvana Febiari • 2 March 2026 23:27

Kudus: Sejumlah warga Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, masih menunggu kepastian kepulangan dari Tanah Suci Makkah setelah muncul kabar penundaan penerbangan. Penundaan ini terjadi menyusul memanasnya konflik antara Israel dan Iran.

Salah satu anggota jemaah umrah berasal dari Kudus, Zainuddin Rusydan mengaku hingga saat ini masih menjalankan rangkaian ibadah umrah  bersama rombongan yang dijadwalkan selama 12 hari.

"Alhamdulillah kalau di Haramain semua baik-baik saja kondisinya. Insyaallah aman. Hanya saja untuk penerbangan, teman-teman yang mestinya sudah pulang hari ini dari Banten diinformasikan travelnya ditunda karena situasi bandara belum memungkinkan," ujarnya, dikutip dari Antara, Senin, 2 Maret 2026. 
 


Ia berangkat ke Tanah Suci pada 25 Februari 2026 dan dijadwalkan pulang pada 9 Maret 2026 melalui Bandara Jeddah. Hingga kini, ia mengakui belum menerima informasi resmi dari biro travel yang memberangkatkan umrah mengenai kemungkinan penundaan jadwal kepulangan rombongannya.

"Kalau untuk kepulangan kami tanggal 9 Maret 2026, saat ini belum ada informasi apakah tetap sesuai jadwal atau tidak. Tapi teman-teman yang seharusnya pulang ada yang ditunda sementara waktu," ujarnya.

Ia menambahkan informasi dari jemaah asal Banten menyebutkan penundaan dilakukan karena situasi bandara belum kondusif. Namun, belum diketahui apakah penundaan hanya beberapa jam atau sampai satu-dua hari.

Zainuddin mengatakan dalam satu rombongannya terdapat 48 orang anggota jemaah, termasuk dirinya dan istri. Jemaah lainnya berasal dari Kudus, termasuk dari Kecamatan Jekulo, ada yang dijadwalkan pulang pada 7 Maret 2026.

Meski ada kabar penundaan, dia memastikan aktivitas ibadah di Makkah dan Madinah tetap berjalan normal. Aktivitas juga masih seperti biasa, setiap hari ke masjid dan ibadah seperti biasa.

Ia berharap situasi di bandara segera kondusif. Dengan begitu, jemaah asal Indonesia dapat kembali ke Tanah Air sesuai jadwal.


Ilustrasi. Foto: Dok. Kementerian Agama.


Beredar kabar bahwa dua pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus yang dijadwalkan pulang pada 1 Maret 2026 belum bisa kembali ke Indonesia. Hal ini disebabkan penundaan penerbangan.

Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kudus Masruroh mengaku belum menerima laporan resmi dari biro perjalanan umrah terkait dampak konflik terhadap jamaah berasal dari Kudus. Pendaftaran peserta umrah langsung ke biro, bukan ke kantor kementerian.

Ia menjelaskan hingga kini belum ada biro umrah yang melaporkan kondisi jemaah, baik terkait keamanan maupun kepastian jadwal penerbangan. Ia menyebut informasi lebih detail tentunya dapat ditanyakan langsung kepada masing-masing biro perjalanan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)